![]() |
| Kapolda Sumbar Irjen.Pol.Dr.Drs.Gatot Tri Suryanta,M.Si,CSFA memasangkan tanda pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) setara Kombes Pol kepada Rusnali sebagai ASN yang telah mengabdi selama 34 tahun di Polda Sumbar, Rabu 1 April 2026 (foto.dok.aa) |
Padang - Sejarah baru tercipta di tubuh Polda Sumatera Barat. Di bawah komando Irjen.Pol.Dr.Drs.Gatot Tri Suryanta, M.Si, CSFA, bahwa seorang Aparatur Sipil Negara bernama Rusnali resmi meraih pangkat tertinggi, Pembina Utama Muda (IV/c), yang setara dengan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).
Momen langka ini menjadi tonggak penting dalam sejarah karier ASN di lingkungan kepolisian daerah Sumatera Barat.
Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman Padang, Rabu pagi (1/4/2026), menjadi saksi langsung pencapaian luar biasa itu.
Pangkat IV/c tersebut dipasangkan langsung oleh Kapolda, disaksikan Wakapolda Solihin, para pejabat utama, serta jajaran personel Polri dan ASN yang hadir dengan penuh kebanggaan.
Kapolda Sumbar Irjen.Pol.Dr.Drs.Gatot Suryanta, M.S.i,CSFA dalam amanatnya menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar formalitas.
Ia menyebut pencapaian Rusnali sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi, integritas, dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. Bahkan, ia menekankan bahwa momen ini bukan hanya seremoni, melainkan catatan sejarah penting.
“Ini sejarah baru. Saudara Rusnali adalah ASN pertama di Polda Sumbar yang mencapai pangkat setara Kombes Pol. Ini bukti bahwa loyalitas dan profesionalisme tidak pernah sia-sia,” tegas Gatot Tri Suryanta dalam amanatnya.
Di balik seremoni itu, tersimpan perjalanan panjang yang tidak mudah. Rusnali memulai kariernya sejak tahun 1992 sebagai PNS dengan pangkat Pengatur Muda II/a.
Selama lebih dari tiga dekade, ia menapaki berbagai posisi strategis, mulai dari bidang SDM hingga Biro Perencanaan, sebelum akhirnya dipercaya mengemban jabatan sebagai Kabag Watpers di Biro SDM Polda Sumbar.
Tak banyak ASN yang mampu mencapai titik ini. Pangkat Pembina Utama Muda bukan sekadar simbol administratif, melainkan puncak pengabdian.
Terlebih bagi Rusnali, capaian ini datang hanya sebulan sebelum ia memasuki masa pensiun pada 1 Mei 2026, setelah 34 tahun mengabdi tanpa henti.
Dalam pernyataannya, Rusnali menegaskan bahwa kunci perjalanan panjangnya adalah kejujuran, disiplin, dan keikhlasan dalam bekerja. Ia juga tidak lupa menyinggung peran keluarga yang menjadi sumber kekuatan dan doa dalam setiap langkah pengabdiannya.
“Bekerjalah dengan ikhlas dan sepenuh hati. Jika itu dilakukan, insya Allah akan bernilai ibadah,” ucapnya lirih, namun penuh makna, seolah merangkum seluruh perjalanan kariernya dalam satu pesan sederhana.
Momentum ini pun menjelma menjadi inspirasi luas, tidak hanya bagi keluarga besar Polda Sumbar, tetapi juga bagi seluruh ASN di lingkungan Polri di Indonesia. Bahwa di balik kesunyian birokrasi, ada dedikasi panjang yang suatu hari bisa menjelma menjadi sejarah.(aa).
Komentar