Dari Sawahlunto Menuju Matador: Misi Siddiq dan Sarul Menembus Skuad Garuda -->

AdSense New

Dari Sawahlunto Menuju Matador: Misi Siddiq dan Sarul Menembus Skuad Garuda

Senin, 20 April 2026
Pemain Sumbar yang masuk tahap akhir seleksi Timnas Futsal U-17, Muhammad Abdullah Siddiq dan Sarul Absar. (foto/istimewa)


Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)


GEMURUH pantulan bola di Rafhely Futsal By Pass, Padang, pada Minggu, 19 April 2026, menjadi saksi bisu betapa besarnya ambisi yang dipikul oleh para remaja di Sumatera Barat. Program Talent Detection Timnas Futsal U-17 yang digelar sejak pukul 09.00 WIB tersebut bukan sekadar ajang seleksi biasa, melainkan sebuah misi "blusukan" nasional yang dirancang untuk menyisir setiap sudut nusantara. 


Dari Aceh hingga Sorong, tim kepelatihan mencari kepingan-kepingan bakat yang akan dirajut menjadi generasi emas futsal Indonesia. Di Padang, kehadiran asisten pelatih Timnas, Eka Sanjaya, memberikan aura profesionalisme yang membuat setiap pemain memberikan lebih dari seratus persen kemampuan mereka di atas lapangan.


​Di tengah persaingan ketat tersebut, sorotan tertuju pada dua pemuda asal Kota Tambang, Sawahlunto. Muhammad Abdullah Siddiq dan Sarul Absar berhasil menunjukkan bahwa jarak dan keterbatasan fasilitas di daerah bukan penghalang untuk bersaing di level tertinggi. 


Mereka menjadi bagian dari dua belas pemain Sumatera Barat yang sukses menembus tahap akhir seleksi wilayah. Keberhasilan Siddiq dan Sarul membawa nama Sawahlunto ke radar nasional membuktikan bahwa fondasi futsal di pelosok Sumatera Barat kian kokoh dan siap menyuplai talenta untuk kebutuhan tim nasional di masa depan.


​"Kami membawa data ini ke pusat untuk dibedah secara mendalam. Coach Hector Souto akan melihat setiap detail melalui rekaman video karena standar yang kita tetapkan adalah standar internasional, mengingat lawan yang akan dihadapi nanti adalah tim-tim kuat dunia," ujar Coach Eka Sanjaya mengenai proses kurasi yang sangat ketat tersebut.


​Langkah selanjutnya bagi para talenta terpilih adalah memasuki fase persiapan yang sangat padat dan menantang. Setelah hasil pemantauan diputuskan oleh pelatih kepala Hector Souto pada awal Mei, para pemain akan langsung ditarik ke pusat pelatihan nasional di Jakarta atau Yogyakarta. Di sana, mereka tidak hanya akan dilatih secara fisik, tetapi juga akan dijejali dengan filosofi permainan modern yang mengutamakan transisi cepat dan kecerdasan taktik. 


Sebelum terbang ke Eropa, mereka dijadwalkan melakoni uji coba melawan klub-klub profesional dari Liga Futsal Profesional guna menguji ketangguhan mental menghadapi pemain yang lebih senior dan berpengalaman.


​Target utama dari seluruh rangkaian proses ini adalah Turneo VI Nations di Spanyol yang akan berlangsung pada 24–28 Juni 2026. Keberangkatan ke Spanyol bukan hanya sekadar perjalanan bertanding, melainkan sebuah investasi jangka panjang agar para pemain muda ini mendapatkan pengalaman bertanding melawan kiblat futsal dunia sejak dini. 


Melalui proses aklimatisasi di Spanyol dan latihan resmi di venue pertandingan, para pemain seperti Siddiq dan Sarul diharapkan mampu menyerap ilmu sebanyak mungkin. Turnamen ini menjadi kawah candradimuka bagi mereka untuk bertransformasi dari sekadar talenta lokal menjadi pemain masa depan yang siap menjaga martabat futsal Indonesia di kancah global. (*_*)