Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
DI tengah keheningan lanskap perbukitan yang memeluk kawasan wisata Kandi, sebuah narasi besar sedang ditulis di atas aspal hitam Sirkuit Permanen Kandi. Sebagai satu-satunya sirkuit permanen yang dimiliki Sumatera Barat, tempat ini bukan sekadar hamparan lintasan balap, melainkan jantung yang memompa denyut kehidupan bagi ekosistem pariwisata terpadu.
Keberadaannya menyatu secara organik dengan keasrian Taman Satwa Kandi, ketenangan camping ground, kemewahan Meervon Kandi, hingga kesegaran Kebun Buah Kandi, menciptakan sebuah simfoni sport tourism yang jarang ditemukan di tempat lain. Di sini, setiap tikungan tajam dan trek lurus bukan hanya menjadi ujian bagi ketangkasan pembalap, tetapi juga menjadi saluran distribusi ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitarnya.
Melihat ke belakang, tahun 2025 telah mengukuhkan posisi Kandi sebagai kiblat baru otomotif di wilayah ini. Rentetan kesuksesan penyelenggaraan acara demi acara telah membuktikan bahwa adrenalin yang berpacu di lintasan memiliki korelasi langsung dengan geliat ekonomi lokal. Namun, kepuasan bukanlah akhir dari perjalanan.
Momentum emas tersebut kini diteruskan melalui persiapan ambisius menyambut Kandi Cup Race Series 3 dengan tingkatan kasta Black, Gold, dan Platinum. Gebrakan ini dirancang bukan hanya sebagai ajang adu kecepatan semata, melainkan sebuah pernyataan tentang visi masa depan yang lebih mapan, profesional, dan berkelanjutan bagi dunia balap tanah air.
Transformasi besar ini mendapatkan napas baru di bawah komando Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah. Kepemimpinan mereka membawa filosofi segar yang menempatkan Kandi sebagai motor penggerak utama bagi visi kota yang hidup dan menghidupi. Slogan tersebut tidak dibiarkan menguap di atas kertas kebijakan, melainkan diuji keberhasilannya melalui panasnya persaingan di sirkuit.
Dukungan pemerintah daerah yang progresif ini memastikan bahwa setiap fasilitas yang ada terus ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menjadi wadah bagi talenta-talenta muda sekaligus magnet bagi investasi serta wisatawan mancanegara.
Meski di luar lintasan terdapat dinamika dan polemik terkait estafet kepemimpinan IMI Sumatera Barat, Sirkuit Kandi tetap teguh berdiri pada jalurnya yang objektif. Fokus utamanya tidak teralihkan, yakni tetap menjadi rumah bagi kemajuan otomotif dengan harapan lahirnya keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan olahraga ini di ranah Minang.
Kandi berdiri sebagai penengah sekaligus pembuktian bahwa dedikasi terhadap prestasi harus melampaui segala hiruk-pikuk organisasi. Kandi adalah simbol konsistensi di tengah arus perubahan, sebuah panggung yang selalu siap bagi siapa saja yang ingin membuktikan diri.
Pada akhirnya, Sirkuit Permanen Kandi adalah representasi dari harga diri dan peluang yang terbuka lebar. Dengan kesiapan infrastruktur yang semakin matang, tempat ini telah memantapkan diri untuk menyambut ajang balap dari level regional hingga skala nasional dengan standar yang tidak perlu diragukan lagi.
Ini bukan lagi sekadar tentang siapa yang tercepat mencapai garis finis, melainkan tentang bagaimana sebuah kota mampu mengubah gairah otomotif menjadi kebanggaan kolektif yang menyejahterakan. Ketika lampu start menyala dan raungan mesin mulai memecah kesunyian, hanya ada satu tekad yang bergema di udara: KCR 2026 GASS TARUIHHH! (*_*)
Komentar