Sawahlunto, fajarsumbar.com - Suasana khidmat menyelimuti kediaman resmi Wali Kota Sawahlunto pada Rabu malam, 29 April 2026. Cahaya lampu temaram di Rumah Dinas Wali Kota seolah menambah kehangatan pertemuan unsur pimpinan daerah yang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sawahlunto, Eddy Samrah, dalam acara malam pengantar tugas.
Momen ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan sebuah perayaan atas sinergitas dan dedikasi yang telah terukir selama masa pengabdian sang jaksa di kota warisan dunia tersebut.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dalam pidatonya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap integritas dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh Eddy Samrah. Sembari menatap deretan tamu undangan dari jajaran Forkopimda, Riyanda menekankan bahwa rotasi jabatan adalah bagian dari dinamika pengabdian, namun jejak kebaikan yang ditinggalkan akan tetap menjadi warisan berharga bagi masyarakat.
Menurutnya, kontribusi kejaksaan di bawah kepemimpinan Edi telah memberikan rasa aman dan kepastian hukum yang sangat berarti bagi jalannya roda pemerintahan daerah.
"Selamat bertugas di tempat yang baru untuk Bapak Eddy Samrah. Kita semua percaya bahwa di manapun seseorang bertugas dan diberikan amanah, hal yang akan selalu dikenang adalah kebaikan serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas tersebut," ujar Riyanda Putra dalam sambutannya yang disambut dengan anggukan penuh hormat dari para hadirin. Wali Kota berharap agar semangat kerja yang selama ini terjalin dapat terus dibawa oleh Eddy Samrah ke tempat penugasan berikutnya.
Bagi Eddy Samrah sendiri, meninggalkan Sawahlunto bukanlah perkara mudah secara emosional. Meski masa tugasnya tergolong singkat dan belum genap satu tahun, ia mengaku bahwa kota yang dikenal dengan sejarah pertambangannya ini telah memberikan kesan yang amat mendalam. Dalam pesannya yang menyentuh, ia mengungkapkan betapa berharganya keramahan masyarakat dan soliditas kerja sama antarlembaga yang ia temui selama menjabat sebagai Kajari.
"Saya pribadi mendapatkan banyak pengalaman berharga serta kebersamaan yang tidak akan pernah saya lupakan di kota ini. Saya berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin sangat baik ini dapat terus terjaga, kita saling mendoakan, dan bagi saya tidak ada kata berpisah meskipun nantinya jarak fisik akan memisahkan kita," tutur Eddy Samrah dengan nada bicara yang penuh haru.
Sepanjang acara, nuansa kekeluargaan begitu kental terasa. Tidak ada sekat kaku antara pejabat yang hadir, melainkan dialog-dialog santai yang mencerminkan kedekatan personal yang telah terbangun selama ini.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya serta para tamu undangan menjadi bukti nyata bahwa koordinasi lintas instansi di Sawahlunto berjalan dengan landasan persaudaraan yang kuat. Acara ditutup dengan pemberian cendera mata dan foto bersama sebagai simbol pengikat kenangan manis di tanah Sawahlunto. (ton)
Komentar