Intervensi Gizi Terintegrasi: Dapur SPPG 003 Talawi Hilir Sasar Ribuan Pelajar dan Kelompok Rentan -->

AdSense New

Intervensi Gizi Terintegrasi: Dapur SPPG 003 Talawi Hilir Sasar Ribuan Pelajar dan Kelompok Rentan

Rabu, 15 April 2026
Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovanly Abdams, didampingi jajaran terkait dan akil Kepala Kepolisian Resor Sawahlunto Kompol Riswan Lukpi, menggunting pita pada peresmian Dapur SPPG 003 Talawi Hilir yang dikelola Yayasan Garuda Sinergi Nusantara, Rabu (15/4/2026). Dapur ini menjadi fasilitas kedua di Sawahlunto untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan pelajar, ibu hamil, menyusui, dan balita, serta bermitra dengan UMKM lokal. (foto/yudha ahada)


Sawahlunto, fajarsumbar.com – Pemerintah Kota Sawahlunto kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui penguatan infrastruktur pemenuhan gizi masyarakat. Pada Rabu, 15 April 2026, Wali Kota Sawahlunto yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Rovanly Abdams, secara resmi meresmikan sekaligus meninjau operasional Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) 003 yang berlokasi di Desa Talawi Hilir. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan intervensi gizi bagi pelajar dan kelompok rentan di wilayah tersebut berjalan secara optimal dan berkelanjutan.


​Fasilitas yang dikelola oleh Yayasan Garuda Sinergi Nusantara ini menjadi titik krusial dalam peta sebaran layanan gizi di Sawahlunto. SPPG 003 Talawi Hilir tercatat sebagai unit kedua yang beroperasi di kota tambang ini, menyusul jejak keberhasilan SPPG Santua Barangin yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Sawahlunto. Dengan kehadiran dapur baru ini, jangkauan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini semakin luas, memungkinkan pemerintah daerah untuk melakukan intervensi kesehatan yang lebih presisi dan terukur terhadap penduduknya.


​Dalam laporan operasionalnya, Dapur SPPG 003 Talawi Hilir mampu memproduksi sebanyak 1.472 porsi makanan sehat setiap harinya. Menariknya, sasaran distribusi tidak hanya terpaku pada kalangan pelajar sekolah saja. Program ini secara inklusif menyasar kelompok prioritas lainnya yang sangat membutuhkan asupan nutrisi berkualitas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Langkah ini dipandang sebagai upaya preventif jangka panjang dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini di wilayah Talawi dan sekitarnya.


​"Kehadiran SPPG 003 ini merupakan manifestasi nyata dari kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan yayasan dalam memastikan tidak ada anak atau kelompok rentan di Sawahlunto yang kekurangan gizi. Kami ingin memastikan bahwa setiap porsi yang keluar dari dapur ini mengandung standar nutrisi yang mampu menunjang pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak kita," ujar Sekretaris Daerah Rovanly Abdams di sela-sela peninjauan fasilitas dapur.


​Lebih dari sekadar pusat penyediaan makanan, operasional SPPG ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat lokal. Keberadaannya telah membuka lapangan kerja baru bagi 39 orang relawan yang bertugas mengelola dapur, memberikan peluang penghasilan bagi warga setempat. Selain itu, aspek keberlanjutan ekonomi diperkuat melalui kemitraan strategis dengan sedikitnya tujuh pelaku UMKM di Talawi yang bertindak sebagai pemasok bahan baku pangan. Dengan menyerap hasil bumi dan produk lokal, rantai pasok program MBG ini secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi di tingkat desa.


​Guna menjamin standar kualitas dan ketepatan sasaran, Pemerintah Kota Sawahlunto menginstruksikan perangkat daerah terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian untuk melakukan pengawasan ketat secara berkala. Koordinasi lintas sektor ini dianggap penting agar aspek higienitas, komposisi nutrisi, hingga kelancaran distribusi tetap terjaga sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.


​Rovanly Abdams juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran terkait untuk bersikap proaktif dalam menghadapi tantangan di lapangan. Beliau menekankan pentingnya komunikasi yang cair dalam tim terpadu guna mengatasi hambatan teknis maupun logistik secara cepat.


​"Setiap kendala, sekecil apa pun, harus segera dikoordinasikan melalui tim terpadu agar dapat ditindaklanjuti secara sistematis. Kita tidak boleh membiarkan risiko operasional mengganggu jalannya program. Kualitas layanan harus tetap terjaga karena ini menyangkut masa depan generasi muda Sawahlunto," tegas Rovanly menutup arahannya. (ton)