![]() |
| Ketua DPC PKB Kota Sawahlunto, Ronny Eka Putra, siap sukseskan Musyawarah Cabang Serentak se-Sumatera Barat tahun 2026. (foto/istimewa) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com - Dinamika politik di Kota Sawahlunto memasuki babak baru seiring dengan persiapan matang yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam menyongsong Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2026.
Agenda krusial yang dijadwalkan berlangsung di ZHM Premiere Hotel Padang pada Senin, 13 April 2026 ini, bukan sekadar seremoni organisasi rutin, melainkan momentum besar bagi PKB se-Sumatera Barat untuk melakukan penguatan struktur kepengurusan masa bakti 2026-2031 secara serentak.
Ketua DPC PKB Kota Sawahlunto, Ronny Eka Putra, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Komisi I DPRD Sawahlunto serta Ketua Askot PSSI Sawahlunto, menegaskan bahwa seluruh jajarannya kini tengah bergerak linear dalam mempersiapkan segala aspek teknis demi kelancaran acara tersebut. Persiapan matang menjadi harga mati mengingat Muscab kali ini menjadi titik tolak bagi partai untuk mempertahankan tren positif yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam keterangannya pada Minggu, 12 April 2026, sosok yang akrab disapa Embong ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap mekanisme organisasi yang telah digariskan oleh tingkat pusat demi menciptakan iklim politik yang kondusif.
“Kita ingin, pelaksanaan Muscab bisa berjalan sukses, aman dan tertib, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan DPP PKB,” ujar Ronny Eka Putra dengan penuh optimisme.
Transformasi menarik terjadi pada mekanisme pemilihan kepemimpinan dalam Muscab tahun ini. Berdasarkan instruksi DPP PKB, sistem pengambilan keputusan tidak lagi bersandar pada pemungutan suara atau voting yang seringkali memicu polarisasi internal. PKB kini sepenuhnya beralih menggunakan prinsip musyawarah mufakat yang didahului oleh rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang komprehensif.
Ronny menjelaskan bahwa proses seleksi pimpinan DPC dilakukan melalui dua tahapan yang sangat ketat. Tahap pertama menitikberatkan pada kompetensi untuk mengukur sejauh mana kapabilitas manajerial dan ketajaman visi politik. Selanjutnya, para kandidat harus melewati tahapan wawancara serta penandatanganan kontrak komitmen kerja guna memastikan loyalitas mutlak dalam upaya membesarkan panji-panji partai.
“Hemat saya, integritas kepemimpinan partai akan jauh lebih baik dengan sistem tersebut. Terpenting, pola ini akan menghindari terjadinya perpecahan dan terbentuknya kubu-kubu di tingkat daerah,” terang Ronny menyikapi perubahan mekanisme tersebut.
Visi Ronny ke depan tidak hanya berhenti pada suksesi kepemimpinan, melainkan pada penguatan akar rumput secara sistematis. Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan revitalisasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur formal partai.
“Kedepan kita akan melengkapi personel struktur DPC, DPAC, DPART dan pelatihan dengan lembaga kaderisasi,” imbuh Ronny mengenai rencana strategis penguatan internal partai.
Langkah penguatan struktur ini didasari oleh fakta pertumbuhan suara PKB yang sangat signifikan di Kota Sawahlunto. Berdasarkan data yang dihimpun, PKB mengalami lonjakan kepercayaan publik yang luar biasa; jika pada Pileg tahun 2019 partai ini hanya meraup 324 suara, angka tersebut melesat tajam pada Pileg 2024 menjadi 3.649 suara.
Rekam jejak impresif ini juga terlihat dari keberhasilan PKB mengamankan dua kursi di DPRD Kota Sawahlunto untuk pertama kalinya, yang diraih oleh Ronny Eka Putra dari Dapil Kecamatan Barangin dan Nico Adrian dari Dapil Talawi. Keberhasilan ini semakin lengkap dengan capaian Sekretaris DPC PKB Sawahlunto, Bagas Panyusunan Nasution, yang sukses melenggang ke DPRD Provinsi Sumatera Barat, serta keberhasilan Rico Alviano "pecah telur" menuju DPR RI. Rentetan prestasi ini menandakan bahwa PKB kini telah berkembang menjadi kekuatan politik yang sangat diperhitungkan di Ranah Minangkabau. (ton)
Komentar