Mendes PDT Yandri Susanto Kunjungan Kerja di Padang Pariaman Ditengah Luka Bencana Belum Pulih -->

AdSense New

Mendes PDT Yandri Susanto Kunjungan Kerja di Padang Pariaman Ditengah Luka Bencana Belum Pulih

Sabtu, 04 April 2026
Mendes PDT Yandri Susanto didampingi Bupati John Kenedy Azis dan Anggota DPR RI, Arisal Aziz dalam pertemuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jum'at 3 April 2026 (foto.ikp) 

Padang Pariaman - Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih akibat banjir dan longsor, langkah kaki Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjejak Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (3/4/2026).


Ia disambut pun tak setengah hati. Bupati John Kenedy Azis, Wabup Rahmat Hidayat, hingga Ketua DPRD Aprinaldi berdiri di barisan terdepan, seolah memberi sinyal bahwa desa kini bukan sekadar wilayah administratif, tetapi medan pertaruhan masa depan.


Namun, di balik seremoni yang hangat, tersimpan harapan besar masyarakat yang belum sepenuhnya bangkit. Kunjungan ini disebut sebagai momentum strategis, bukan sekadar agenda protokoler.


Pemerintah daerah melihatnya sebagai peluang mempercepat pemulihan, terutama bagi nagari-nagari yang masih berjuang keluar dari dampak bencana alam yang menghantam tanpa kompromi.


Nada optimisme mengemuka saat John Kenedy Azis berbicara. Ia tak hanya menyampaikan terima kasih, tetapi juga menegaskan kesiapan daerahnya menjadi “laboratorium” program desa dari pusat.


Menurutnya, desa tematik, desa wisata hingga desa ekspor bukan sekadar jargon, melainkan pintu keluar dari stagnasi ekonomi yang membayangi masyarakat.


Di sisi lain, kehadiran Anggota DPR RI Arizal Azis yang turut mendampingi rombongan memberi warna politis tersendiri. Koneksi pusat dan daerah dipertontonkan secara terbuka, seakan mempertegas bahwa pembangunan desa kini berada dalam orbit kepentingan strategis nasional. Dan tentu saja, tak lepas dari dinamika kekuasaan.


Menariknya, Mendes PDT Yandri Susanto tak datang dengan tangan kosong. Ia membawa konsep besar “Bangun Desa, Bangun Indonesia” dengan 12 aksi konkret. Mulai dari pengembangan komoditas unggulan seperti jagung, lele, hingga ayam petelur, sampai dorongan desa ekspor


Semua diarahkan untuk satu tujuan. Menjadikan desa sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru. Namun sorotan tajam justru muncul saat isu Dana Desa disentuh.


Di tengah kekhawatiran publik, Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan tak ada pemotongan anggaran. "Yang berubah hanyalah cara pengelolaannya. Lebih diarahkan pada produktivitas, termasuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang digadang-gadang menjadi tulang punggung ekonomi desa ke depan," ucap Mendes itu. 


Hari itu, rangkaian agenda berlangsung padat. Dari penyambutan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), salat Jumat di Masjid Agung Syekh Burhanuddin, hingga peninjauan program gizi di nagari, Kecamatan Sungai Limau. 


Bahkan, sentuhan simbolik seperti kehadiran di laga Trofeo Liga Desa menambah kesan bahwa desa kini benar-benar menjadi panggung utama. Bukan lagi sekadar pelengkap dalam narasi pembangunan nasional.(saco).