![]() |
| Bharada Diko Susanto saat sedang berlatih. (foto/humas koni sawahlunto) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com - Semangat membara terpancar dari raut wajah Bharada Diko Susanto, seorang atlet muda berbakat yang kini menjadi tumpuan harapan Kota Sawahlunto. Pemuda kelahiran Lunto Timur, 11 Juli 2002 ini, tengah berada dalam fase krusial untuk mematangkan persiapannya menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang. Di balik seragam kebesarannya sebagai anggota Korps Brimob Batalyon C Resimen 2 Pasukan Pelopor Depok, Diko menyimpan ambisi besar untuk membawa pulang medali emas bagi tanah kelahirannya di Lembah Segar.
Langkah Diko menuju panggung olahraga bergengsi ini bukanlah tanpa modal yang kuat. Namanya mulai diperhitungkan secara nasional setelah ia berhasil menyabet medali emas pada Kejuaraan Nasional IBCA MMA Piala Dankor Brimob tahun 2025 lalu. Keberhasilannya menaklukkan lawan di atas oktagon merupakan bukti nyata bahwa disiplin militer yang ia jalani selaras dengan tuntutan fisik dan mental dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA). Kemenangan di tingkat nasional tersebut kini menjadi batu loncatan penting, tidak hanya untuk skala provinsi, tetapi juga sebagai pemanasan sebelum ia berlaga di kejuaraan tingkat Asia yang akan dihelat di Bali pada Agustus 2026.
Menyadari besarnya potensi dan tanggung jawab yang dipikul sang prajurit, pimpinan di satuannya memberikan dispensasi khusus. Diko mendapatkan izin resmi untuk menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan penuh di kampung halamannya. Keputusan ini diambil agar sang atlet dapat lebih fokus mengasah teknik dan fisiknya dalam lingkungan yang mendukung, sekaligus memperkuat ikatan emosionalnya dengan daerah yang akan ia bela. Kehadiran Diko di Sawahlunto bukan sekadar pulang kampung, melainkan sebuah misi untuk mengembalikan kejayaan olahraga bela diri bagi kota tambang bersejarah tersebut.
Saat ditemui oleh awak media di Mess Arga Sawahlunto pada Rabu, 8 April 2026, Diko mengungkapkan rasa syukur dan dedikasinya yang mendalam terhadap kepercayaan yang telah diberikan oleh para atasannya. Baginya, dukungan dari institusi Polri merupakan bahan bakar utama dalam setiap sesi latihan berat yang ia jalani sehari-hari.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada komandan satuan yang telah memberikan izin kepada saya untuk berlatih di kampung halaman. Ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk memberikan yang terbaik bagi Sawahlunto di Porprov nanti,” ujar Diko dengan nada bicara yang tegas dan penuh keyakinan.
Kini, hari-hari Diko diisi dengan rutinitas latihan yang disiplin dan terukur. Dengan statusnya sebagai atlet sekaligus aparat negara, ia membawa standar profesionalisme tinggi dalam setiap persiapannya. Harapan masyarakat Sawahlunto kini tertuju pada pundaknya, menanti momen ketika sang putra daerah kembali naik ke podium tertinggi untuk mengharumkan nama kota, baik di kancah Sumatera Barat maupun di panggung internasional yang sudah menanti di depan mata. (ton)
Komentar