Pacu Kudo "Tradisi Lama" Menggila, UMKM Dapat Berkah Duit Mengalir Deras -->

AdSense New

Pacu Kudo "Tradisi Lama" Menggila, UMKM Dapat Berkah Duit Mengalir Deras

Rabu, 01 April 2026
Geliat kuliner di Kawasan Arena Pacu Kudo Balah Aia VII Koto yang ketiban berkah ketika Event Pacu Kuda, 28-29 Maret 2026

Balah Aia - Ledakan manusia di Lapangan Pacu Kudo Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, bukan sekadar tontonan adu cepat kuda. Di balik gemuruh sorak penonton, denyut ekonomi rakyat justru berdetak lebih kencang.


Event Pacu Kudo Padang Pariaman 2026 berubah menjadi panggung besar bagi kebangkitan pelaku UMKM yang selama ini berjuang dalam senyap.


Tak menunggu hari H, geliat itu sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Lapangan yang biasanya lengang mendadak hidup. Ribuan orang berdatangan lebih awal, berburu suasana sekaligus mulai menyerbu lapak-lapak dagangan. 


Puncaknya terjadi pada 28–29 Maret 2026, ketika lautan manusia benar-benar memadati arena.

Di sudut-sudut lapangan, ratusan tenda UMKM berdiri rapat. Aroma makanan khas Minang bercampur dengan hiruk pikuk transaksi.


Sejak dari minuman segar hingga jajanan tradisional, semua laris diserbu pengunjung. Fasilitas yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menjelma menjadi ruang hidup bagi ekonomi kecil yang selama ini kerap terpinggirkan.


“Alhamdulillah, pembeli tak putus-putus,” ungkap seorang pedagang dengan wajah sumringah. Ia mengaku omzetnya melonjak drastis, jauh melampaui hari biasa.


Bahkan, dalam dua hari, pendapatannya bisa menyamai hasil berjualan selama berminggu-minggu.


Rasa syukur itu bukan tanpa alasan. Para pelaku UMKM menilai kehadiran kembali event tradisional ini sebagai angin segar yang nyata. 


Mereka pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat yang dinilai berhasil menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat melalui pendekatan budaya.


Lonjakan pengunjung otomatis memicu perputaran uang yang signifikan. Dari pagi hingga malam, transaksi tak pernah benar-benar berhenti.


Event ini menjadi bukti konkret bahwa kekuatan tradisi, jika dikelola dengan serius, mampu menjelma menjadi mesin ekonomi yang dahsyat.


Pemerintah daerah tampaknya mulai membaca peluang besar ini. Pacu Kudo tidak lagi sekadar warisan budaya, melainkan strategi pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal. 


Ketika hiburan, budaya, dan ekonomi bertemu dalam satu panggung, hasilnya bukan hanya kemeriahan. Melainkan kesejahteraan yang terasa langsung di tangan masyarakat.(saco).