Sawahlunto, fajarsumbar.com – Atmosfer penuh semangat menyelimuti Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran Kota Sawahlunto pada Selasa, 21 April 2026. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, secara resmi melepas keberangkatan personel terbaik Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) untuk bertarung dalam ajang bergengsi National Firefighter Skill Competition (NFSC) yang dijadwalkan berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan.
Prosesi pelepasan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas tenaga penyelamat. Sebelum melepas secara resmi, Riyanda Putra melakukan inspeksi mendadak terhadap kesiapan fisik dan mental para peserta yang akan berlaga.
Tidak hanya itu, sang Wali Kota juga melakukan pengecekan mendetail terhadap armada pemadam kebakaran untuk memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi prima, didampingi oleh Kasatpol PP Damkar Nurwansyah serta Kabid Aset Kota Sawahlunto Desismon.
Kehadiran pejabat terkait ini sekaligus menjadi momen evaluasi langsung terhadap manajemen aset dan kelayakan alat utama sistem keamanan di lingkungan Damkar.
Dalam arahannya di hadapan para personel 'Ksatria Biru', Riyanda Putra menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan kekompakan tim selama kompetisi berlangsung. Beliau meyakini bahwa ajang nasional ini adalah panggung pembuktian bagi ketangkasan dan profesionalisme petugas pemadam kebakaran Sawahlunto.
"Tampilkan kemampuan maksimal, jaga kekompakan di lapangan, dan yang terpenting, jaga nama baik serta harumkan Kota Sawahlunto di kancah nasional. Kita berangkat dengan keyakinan penuh, Sawahlunto Juara!" tegas Riyanda Putra saat memberikan motivasi kepada para peserta.
Senada dengan visi tersebut, Kepala Bidang Damkar, Harunis, menyatakan bahwa persiapan tim telah dilakukan secara matang melalui latihan intensif. Personel yang diberangkatkan menuju Palembang merupakan individu-individu pilihan yang dinilai memiliki kesiapan fisik dan teknis paling unggul.
Mereka membawa misi besar untuk menunjukkan bahwa meski berasal dari kota kecil, kualitas dan ketangkasan petugas pemadam kebakaran Sawahlunto mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Pengecekan aset yang dilakukan bersama Kabid Aset Desismon juga memberikan gambaran bahwa pemeliharaan alat-alat pemadam kebakaran menjadi prioritas dalam menunjang keselamatan warga.
Keberangkatan kontingen ini diharapkan tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga membawa pengalaman berharga dan ilmu baru yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan di Kota Sawahlunto sekembalinya mereka dari Palembang. (ton)
Komentar