![]() |
| . |
Untuk mewujudkan hal tersebut tanggal 1-3 Februari 2026 yang lalu, para dosen Prodi PPKn melakukan kunjungan akademik ke Universiti Malaya (UM) dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.
Melalui kunjungan ini diperoleh kesepahaman dan kesepakatan untuk berkolaborasi dalam pengembagan pendidikan kewarganegaraan (civic education), baik melalui riset maupun pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai realisasi sekaligus tindak lanjut dari kesepahaman tersebut, baru-baru ini, tepatnya tanggal 2 April 2026 Prodi PPKn S1 dan S2 menyelenggarakan kuliah umum internasional dengan tema “Pendidikan Nilai, Moral, dan Kewarganegaraan di Malaysia:
Dinamika dan Tantangan Kontemporer.” Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari UM dan UPSI. Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Afirva Khaidir, SH., M.Hum., MAPA, Ph.D.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan kewarganegaraan di era global.
Adapun pembicara pertama adalah Dr. Azni Yati binti Kamaruddin Kepala Department of Educational Foundations and Humanities, Faculty of Education, Universiti Malaya, disusul oleh Dr. Marshelayanti binti Mohamad Razali Kepala Department of Moral, Civic Studies And Character Development , Universiti Pendidikan Sultan Idris. Kedua narasumber memaparkan karakteristik pendidikan moral di Malaysia, termasuk dinamika penerapannya dalam konteks masyarakat multikultural.Setelah kuliah umum, Ketua Program Studi PPKn S1 dan S2 UNP bersama kedua pakar dari UM dan UPSI melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendesain berbagai program yang feasible untuk direalisasikan agar berdampak dan memberikan benefit khususnya reputasi bagi ketiga institusi pendidikan tinggi, baik UNP, UM, maupun UPSI.
Komentar