Tolak Data 'Asal Bapak Senang', Wali Kota Sawahlunto Instruksikan Pendataan Riil pada Sensus Ekonomi 2026 -->

AdSense New

Tolak Data 'Asal Bapak Senang', Wali Kota Sawahlunto Instruksikan Pendataan Riil pada Sensus Ekonomi 2026

Rabu, 29 April 2026
Foto bersama jajaran Pemda dan BPS dalam audiensi mengenai persiapan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cantik di Sawahlunto. (foto/arif muhajirin)


Sawahlunto, fajarsumbar.com – Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmennya dalam membangun daerah berbasis data yang akurat melalui dukungan penuh terhadap agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 serta penguatan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Langkah strategis ini dikukuhkan dalam pertemuan audiensi antara Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sawahlunto dengan jajaran pimpinan daerah yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto pada Selasa, 28 April 2026.


​Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial bagi kolaborasi lintas sektoral, di mana Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, didampingi oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta para kepala dinas terkait lainnya. Fokus utama pembahasan tertuju pada kesiapan daerah dalam menyongsong Sensus Ekonomi 2026 yang akan memotret secara menyeluruh struktur ekonomi wilayah, mulai dari sektor formal hingga pelaku usaha mikro.


​Kepala BPS Kota Sawahlunto, Arieswaty, menjelaskan secara mendalam bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar rutinitas sepuluh tahunan, melainkan instrumen vital untuk memetakan daya saing bisnis dan potensi ekonomi daerah pasca-pandemi. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi kompas bagi Pemerintah Daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.


​Selain persiapan sensus, audiensi tersebut juga menyoroti pentingnya Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana perangkat daerah mampu mengelola data sektoral secara mandiri, akurat, dan terintegrasi dalam sistem satu data. Hal ini sejalan dengan visi penguatan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), sebuah inisiatif pembinaan yang menyasar aparatur desa agar mampu mengolah data secara mandiri untuk perencanaan pembangunan di tingkat akar rumput.


​Wali Kota Riyanda Putra dalam arahannya menekankan bahwa kejujuran data adalah fondasi utama dari setiap solusi kebijakan. Beliau memberikan instruksi tegas kepada seluruh perangkat daerah agar memastikan setiap proses pendataan, baik dalam Sensus Ekonomi maupun program Desa Cantik, didasarkan pada realitas objektif di lapangan tanpa ada upaya untuk mempercantik laporan secara semu.


​"Dengan kondisi riil di lapangan, jadi kita tidak menebak-nebak, wah ini masih aman, segala macam, kita juga nggak mau seperti itu buk," tegas Riyanda Putra saat memberikan arahan kepada Kepala BPS Sawahlunto.


​Beliau menambahkan bahwa data yang valid dan tepercaya akan menghindarkan pemerintah dari pengambilan keputusan yang keliru. Sinergi antara BPS dan jajaran Pemerintah Kota diharapkan mampu menciptakan ekosistem data yang sehat, di mana setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab permasalahan yang ada di tengah masyarakat. 


Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sawahlunto diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesinambungan pembangunan kota warisan dunia tersebut. (ton)