![]() |
| . |
Bagi peserta yang belum mengenal lokasi ujian atau merasa kebingungan, panitia tidak hanya memberikan petunjuk, tetapi juga mengantar langsung ke ruang ujian menggunakan sepeda motor maupun kendaraan boogie, sesuai kebutuhan.
Koordinator Pelaksana UTBK UNP, Prof. Dr. Asrul Huda, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan kenyamanan serta memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian tanpa hambatan teknis.
Peserta yang mengalami kesulitan atau bahkan terlambat akan diantar menggunakan motor oleh panitia dari Menwa, KSR, dan Pramuka. Kendaraan tersebut sudah diberi label khusus sebagai layanan resmi dan sepenuhnya gratis,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, luasnya area kampus dengan lokasi laboratorium yang tersebar menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Karena itu, layanan antar disiapkan sebagai solusi untuk menghindari risiko tersesat maupun keterlambatan.
Laboratorium kita tersebar di banyak titik. Kita tidak ingin peserta kehilangan waktu hanya karena kesulitan mencari lokasi ujian,” katanya.
Prof. Asrul mengingatkan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaksanaan UTBK. Sistem ujian berbasis komputer tidak memberikan toleransi bagi peserta yang datang terlambat.
“Jika ujian sudah dimulai, peserta yang belum hadir tidak dapat mengikuti ujian dan dinyatakan gugur,” tegasnya.
Layanan antar ini dipusatkan di depan Masjid Al-Azhar UNP, yang juga menjadi titik layanan utama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Di lokasi tersebut, peserta dapat dengan mudah menemukan panitia beserta kendaraan yang telah diberi penanda khusus.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNP digelar di Kampus Utama Padang serta di SMAN 2 Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ujian berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 April 2026, dengan total 12 sesi.
Kehadiran layanan ini tidak hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi juga solusi strategis untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti seleksi pendidikan tinggi.
Upaya ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin keempat tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Educution). (*)
Komentar