Sawahlunto, fajarsumbar.com — Mengawali pekan dengan semangat penguatan tata kelola pemerintahan, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, melaksanakan inspeksi mendadak terhadap aset kendaraan dinas di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran pada Selasa, 21 April 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah upaya strategis untuk menjamin bahwa setiap unit kendaraan yang dibiayai oleh pajak masyarakat berada dalam kondisi prima guna mendukung mobilitas pelayanan publik yang krusial di kota tambang bersejarah ini.
Dalam peninjauan tersebut, Riyanda Putra menyisir satu per satu armada, mulai dari kendaraan roda dua untuk patroli hingga kendaraan berat pemadam kebakaran yang menuntut perawatan spesifik. Wali Kota mengamati dengan detail kondisi fisik mesin, kelengkapan surat-surat, hingga kebersihan unit sebagai indikator kedisiplinan pemegang kendaraan.
Baginya, ketidaktertiban aset adalah awal dari inefisiensi pelayanan, sehingga pengawasan langsung menjadi instrumen penting untuk memetakan mana kendaraan yang masih layak pacu dan mana yang hanya menjadi beban anggaran karena biaya perawatan yang tidak sebanding dengan fungsinya.
Berdasarkan temuan di lapangan, Wali Kota segera menginstruksikan langkah-langkah teknis yang konkret. Terhadap unit yang mengalami kerusakan ringan, ia meminta percepatan perbaikan agar tidak menghambat respons darurat di lapangan. Namun, bagi kendaraan yang dinilai telah mencapai titik jenuh operasional dan tidak lagi efisien untuk dipertahankan, Riyanda mengarahkan agar segera dilakukan penataan ulang melalui mekanisme lelang terbuka.
Hal ini dimaksudkan agar aset negara yang tidak optimal dapat segera dihapuskan dari buku inventaris dengan cara yang transparan, sekaligus memberikan ruang bagi pengadaan armada baru yang lebih modern di masa mendatang.
Ketegasan Wali Kota dalam urusan aset ini juga dibarengi dengan pesan moral yang kuat kepada seluruh aparatur sipil negara. Ia menekankan bahwa kendaraan dinas bukanlah fasilitas pribadi, melainkan amanah yang melekat pada tanggung jawab profesi.
"Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah dari aset daerah ini benar-benar kembali dalam bentuk pelayanan yang responsif kepada masyarakat. Integritas aparatur diuji dari cara mereka menjaga barang milik negara; jika merawat kendaraan saja tidak tertib, bagaimana kita bisa memberikan rasa aman dan layanan yang maksimal bagi warga?" ujar Wali Kota Riyanda Putra di sela-sela pemeriksaan tersebut.
Tidak hanya berhenti pada pengecekan mesin dan ban, Wali Kota juga menyempatkan diri melangkah masuk ke dalam kantor untuk meninjau ruang kerja para ASN di Satpol PP dan Damkar. Dalam pantauannya, ia melihat adanya beberapa sarana dan prasarana kantor yang masih perlu dibenahi dalam jangka pendek demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif.
Pengawasan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembenahan internal di tubuh Satpol PP dan Damkar akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kesiapan armada di jalan hingga kenyamanan koordinasi di dalam kantor, demi mewujudkan kinerja perangkat daerah yang lebih efektif dan berwibawa. (ton)
Komentar