![]() |
Pada hari pertama, Minggu (5/4/2026), sebanyak 838 lulusan dikukuhkan. Mereka berasal dari Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), Sekolah Vokasi, serta lulusan program Magister dan Doktor dari seluruh fakultas.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D, dalam sambutannya menegaskan wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal memasuki tantangan kehidupan yang lebih kompleks.
“Dunia tidak lagi ramah bagi mereka yang hanya berbekal ijazah. Yang menentukan bukan sekadar IPK, tetapi karakter, daya tahan, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Ia menyoroti perubahan global yang berlangsung cepat, mulai dari krisis energi, perubahan iklim, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lulusan untuk adaptif dan terus meningkatkan kapasitas diri.
Rektor juga menyampaikan tiga pesan utama kepada wisudawan, yaitu berani menghadapi perubahan, berani mengambil peluang sekecil apa pun, serta berani menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.
“UNP tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi ingin melahirkan pembelajar sepanjang hayat, inovator, dan penggerak perubahan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, orasi ilmiah disampaikan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Benny Bandanadjaja, S.T., M.T., dengan tema penguatan kompetensi mahasiswa sebagai pilar transformasi pembangunan bangsa.
Sementara itu, prosesi wisuda hari kedua dilanjutkan pada Senin (6/4/2026) untuk wisudawan dari berbagai program studi lainnya.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua atas peran mereka dalam mendukung keberhasilan para lulusan.
Wisuda ini menjadi momentum penting bagi UNP dalam mencetak lulusan yang adaptif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.(*)
Komentar