![]() |
| Pemko Payakumbuh Larang Warga Semblih Hewan Betina produktif |
Payakumbuh, fajarsumbar.com - Semangat pelaksanaan ibadah berkurban bagi muslim di Kota Payakumbuh, sangat tinggi. Terbukti dari data di Bidang Peternakan Dinas Pertanian terus mengalami pelonjakan.
Tahun ini, hampir 200 ekor sapi akan disembelih saat pelaksana ibadah kurban, termasuk di hari tasyrik nantinya.
Penelusuran kontributor fajarsumbar.com, Senin (25/05/2026) pagi, didapatkan DATA SEMENTARA hewan kurban tahun 2026 di 47 kelurahan di 5 Kecamatan, sebagai berikut :
1. Kecamatan Lamposi Tigo Nagori
Kerbau - 19 ekor
Sapi - 92 ekor
Kambing- 14 ekor
Domba - 1 ekor
2. Kecamatan Payakumbuh Utara
Kerbau - 5 ekor
Sapi - 495 ekor
Kambing - 46 ekor
3. Kecamatan Payakumbuh Selatan
Sapi - 131 ekor
Kambing - 36 ekor
4. Kecamatan Payakumbuh Timur
Sapi - 284 ekor
Kambing - 60 ekor
Domba - 2 ekor
5. Kecamatan Payakumbuh Barat
Sapi - 534 ekor
Kambing 63 ekor
Istimewanya, ada satu sapi kurban yang disumbangkan Presiden Prabowo, yang akan disembelih di Talawi kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara. Selanjutnya, hewan kurban tersebut akan disembelih panitia pada jadwal yang sudah disepakati.
Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh Hendri Yazid melalui Kasi Bimas Islam, Kanapi menyampaikan apresiasi kesadaran muslim Payakumbuh dalam melaksanakan syariat islam.
"Alhamdulillah, semangat berkurban muslim di Kota Payakumbuh, selalu meningkat. Termasuk dari perantau. Ada satu keluarga, untuk seekor sapi. Ada juga pola sistem tabungan kurban. Kami berharap, pelaksanaan ibadah kurban sangat dicintai Allah SWT. Dari itu, mari kita patuh aturan berkurban. Serta aturan yang berlaku di Indonesia,"ujar Kanapi.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna melalui Kabid Peternakan, Sujarmen, sebut data hewan kurban belum nisa divalidkan. Pasalnya masih ada satu / dua hari lagi dari kini.
Menurutnya, sementara ada sekitar 1800 hewan kurban yang akan disembelih. Data tersebut akan dicocok dengan data di Kemenag Kota Payakumbuh.
"Data akan terus berubah, karena ada warga yang membeli langsung ke toko ternak. Kalau melalui pasar ternak dan dari toke jejaring kita, bisa kita data. Termasuk pemeriksaan kondisi ternak. Mana tau ada yang betina produktif atau sedang bunting. Sesuai UU nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan kesehatan hewan. Tim terpadu pengawasan Ruminansia sudah menegaskan larangan penyembelihan betina produktif,"tegasnya.
Saat ini, ulasnya. Perbandingan penyembelihan jantan dan betina di Kota Payakumbuh 50-50.
"Walau demikian trimakasih terus bergerak melakukan pengawasan ketat. Rintangan yang muncul adalah disaat warga membeli hewan kurban dari luar daerah, dan datangnya ke lokasi penyembelihan, saat akan disembelih. Ini sering luput dari pengawasan. Selain itu jumlah personil juga terbatas untuk pengawasan periodik ini. Tapi tim akan terus bergerak disaat minat berkurban warga semakin meningkat,"terangnya.(ul)
Komentar