Bupati Padang Pariaman Sentil Mahasiswa Piaman, Jangan Kuliah Lalu Hilang dari Kampung -->

AdSense New

Bupati Padang Pariaman Sentil Mahasiswa Piaman, Jangan Kuliah Lalu Hilang dari Kampung

Minggu, 17 Mei 2026
a
Bupati John Kenedy Azis berikan sambutan pada acara Muscab IMAPAR UIN Imam Bonjol di Kampus III, Sungai Bangek, Padang, Minggu 17 Mei 2026 (foto.ikp) 

Padang - Suasana Aula UIN Imam Bonjol Padang, Minggu (17/5/2026), mendadak penuh energi ketika Bupati John Kenedy Azis membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Mahasiswa Piaman Raya.


Di hadapan ratusan mahasiswa asal Piaman, John Kenedy Azis tidak sekadar memberi sambutan formal.


Ia melempar pesan keras: mahasiswa jangan hanya sibuk mengejar gelar lalu melupakan kampung halaman.


Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara serta sejumlah kepala OPD, John Kenedy Azis menilai mahasiswa Piaman memiliki potensi besar menjadi kekuatan perubahan daerah.


Namun menurutnya, kecerdasan tanpa kepedulian sosial hanya akan melahirkan generasi yang jauh dari rakyatnya sendiri.


“Jangan sampai kuliah tinggi, tapi lupa siapa yang membesarkan kita,” pesan John Kenedy Azis di hadapan peserta Muscab.


 Ia mengingatkan, perjuangan orang tua menyekolahkan anak ke perguruan tinggi tidak boleh dibalas dengan sikap apatis terhadap persoalan kampung sendiri.


Dalam pidatonya, John Kenedy Azis juga menegaskan pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pembangunan di Padang Pariaman maupun Pariaman.


Menurutnya, ide-ide segar mahasiswa sangat dibutuhkan di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks.


Ia bahkan menyebut IMAPAR selama ini tidak sekadar organisasi mahasiswa biasa. Organisasi tersebut dinilai telah menjadi wadah lahirnya kritik, gagasan, hingga gerakan sosial yang ikut memberi warna bagi pembangunan daerah Piaman Raya.


 Karena itu, Muscab kali ini disebut bukan sekadar agenda memilih ketua baru, tetapi momentum menentukan arah gerakan mahasiswa ke depan.


Bupati John Kenedy Azis juga mengingatkan agar proses musyawarah tidak terjebak kepentingan kelompok maupun ego organisasi.


Ia meminta peserta memilih pemimpin yang benar-benar mampu bekerja dan menghadirkan manfaat bagi anggota. “Pilih pengurus yang bisa membawa organisasi ini hidup, bukan sekadar ramai saat pemilihan,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum IMAPAR UIN Imam Bonjol Padang, Faril Irvanda, menyampaikan Muscab tahun ini mengusung tema “Berkumpul, Berpikir dan Berbuat untuk Kampung Halaman.” 


Tema itu, katanya, menjadi pengingat bahwa mahasiswa Piaman tidak boleh tercerabut dari akar daerahnya sendiri, meski sedang menempuh pendidikan di kota.


Di tengah derasnya arus individualisme dan budaya mengejar karier pribadi, pesan yang muncul dari Muscab IMAPAR kali ini terasa menohok: kampung halaman tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga anak muda yang mau kembali peduli dan berbuat nyata untuk daerahnya.(saco).