John Kenedy Azis Ultimatum Dunia Pendidikan : SMP Padang Pariaman Tak Boleh Jadi Penonton -->

AdSense New

John Kenedy Azis Ultimatum Dunia Pendidikan : SMP Padang Pariaman Tak Boleh Jadi Penonton

Senin, 11 Mei 2026
Bupati John Kenedy Azis (foto.dok.saco) 

Parik Malintang - Kondisi pendidikan SMP di Padang Pariaman akhirnya dibuka terang-terangan. Bupati John Kenedy Azis di hadapan seluruh kepala SMP se-Padang Pariaman, menegaskan bahwa sekolah di daerahnya tidak boleh terus tertinggal dan hanya menjadi penonton di tengah persaingan mutu pendidikan di Sumatera Barat.


Pernyataan itu mencuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pendidikan di Hall IKK Parit Malintang, Senin (11/5/2026), yang dihadiri Penjabat Sekda Hendra Aswara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hendri, serta seluruh kepala SMP se-Padang Pariaman.


Suasana rapat berlangsung serius ketika capaian pendidikan daerah disebut masih tertinggal dibanding sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumbar.


“Kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita perlu merumuskan langkah konkret, melakukan rembuk pendidikan, dan menyusun rencana aksi yang terukur untuk mendongkrak kualitas pendidikan di Padang Pariaman,” tegas John Kenedy Azis dengan nada tajam.


Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, para kepala sekolah telah melakukan studi pembelajaran ke tiga SMP terbaik di Sumatera Barat untuk mempelajari pola pengelolaan sekolah, sistem pembelajaran, hingga strategi melahirkan siswa berprestasi.


Hasil kunjungan itu, kata dia, kini disiapkan untuk diterapkan di sekolah-sekolah Padang Pariaman.


“Kita sudah belajar metode pembelajaran di tiga sekolah terbaik di Sumbar. Berbagai penerapan dan inovasinya akan kita adopsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMP di Padang Pariaman,” ujar Kepala SMPN 1 Kayu Tanam di hadapan peserta rapat.


John Kenedy Azis mengungkapkan, dirinya bahkan mendapat paparan langsung dari salah satu Direktur Jenderal di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait posisi SMP di Padang Pariaman yang dinilai masih belum kompetitif.


Fakta itu disebut menjadi alarm keras yang tidak boleh diabaikan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan.


Karena itu, ia memasang target besar yang memicu tantangan sekaligus tekanan bagi dunia pendidikan di daerahnya.


Tahun depan, tegasnya berharap SMP di Padang Pariaman agar mampu menembus jajaran 20 sekolah terbaik di Sumatera Barat melalui peningkatan mutu belajar, disiplin sekolah, inovasi pendidikan, hingga penguatan kompetensi guru.


“Saya minta komitmen ini benar-benar dibuktikan. Tahun depan, SMP di Padang Pariaman harus mampu masuk 20 besar di Sumatera Barat. 

Kepala sekolah, guru, pengawas, dan wali murid harus bergandengan tangan mewujudkan cita-cita tersebut,” katanya tegas.


Rapat koordinasi itu akhirnya berubah menjadi momentum evaluasi besar dunia pendidikan Padang Pariaman.


Pemerintah daerah ingin menghentikan budaya puas diri dan mulai membangun sekolah yang unggul, kompetitif, serta mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat Sumatera Barat maupun nasional.(r-saco).