Kapolda Sumbar dan Bupati Padang Pariaman Datang! Tangis Warga Huntara Pecah Minta Kepastian Hidup -->

AdSense New

Kapolda Sumbar dan Bupati Padang Pariaman Datang! Tangis Warga Huntara Pecah Minta Kepastian Hidup

Rabu, 13 Mei 2026
Kapolda Sumbar dan Bupati Padang Pariaman bersama anak-anak warga Huntara Batang Anai, Rabu 13 Mei 2026 (foto.dok.ikp)

Batang Anai - Suasana di Hunian Sementara (Huntara) Batang Anai mendadak penuh haru ketika Kapolda Sumatera Barat Gatot Tri Suryanta datang langsung menemui warga terdampak bencana, Rabu (13/5/2026).


Anak-anak berlarian menyambut kedatangan orang nomor satu di Polda Sumbar itu. Di tengah deretan bangunan sederhana yang menjadi tempat bertahan hidup warga pascabencana, senyum dan harapan tampak bercampur dengan kegelisahan yang belum juga usai.


Didampingi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Plt. Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, Sekda Hendra Aswara serta jajaran pejabat daerah, Kapolda menyapa warga satu per satu tanpa sekat.


Ia mendengar langsung cerita masyarakat yang selama berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan di huntara. “Bagaimana keadaan Bapak dan Ibu di sini?” tanya Gatot Tri Suryanta kepada warga dengan nada penuh perhatian.


Di balik sambutan hangat itu, tersimpan kegundahan besar yang selama ini dipendam penghuni huntara. Mereka mengaku bersyukur karena pemerintah dan berbagai pihak tidak meninggalkan mereka saat bencana datang menghancurkan kehidupan.


Namun kini, muncul ketakutan baru. Warga berharap huntara yang mereka tempati dapat berubah status menjadi hunian tetap karena mereka sudah mulai membangun kehidupan baru di kawasan tersebut.


Permintaan itu langsung dijawab terbuka oleh John Kenedy Azis di hadapan warga. Dengan nada serius, ia mengakui perjuangan pemerintah daerah untuk mendapatkan izin huntap hingga kini belum membuahkan hasil.


“Kami masih terus memperjuangkan agar lokasi ini bisa menjadi huntap. Saya sudah menyampaikan langsung ke Kementerian PU dan kepada Pak Tito selaku Kepala Satgas, tetapi sampai hari ini belum ada keputusan,” ungkapnya.


Pernyataan itu membuat suasana mendadak hening. Harapan warga ternyata masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat.


Meski demikian, John Kenedy Azis menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ia mengaku terus mencari alternatif lokasi lain yang lebih aman dan terbebas dari ancaman banjir. 


Menurutnya, keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama dibanding memaksakan kawasan yang berpotensi kembali terdampak bencana. 


“Mari kita sama-sama berdoa agar ada jalan terbaik bagi masyarakat kita,” ujarnya mencoba menguatkan warga.


Di tengah dialog yang penuh emosi itu, warga juga mengeluhkan mulai menipisnya persediaan bahan pangan di huntara.


Mendengar kondisi tersebut, bantuan sembako dan uang tunai langsung diserahkan kepada masyarakat agar mereka bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.


Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan pelepasan bibit ikan, penanaman pohon buah serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Polres Padang Pariaman sebagai bentuk dukungan ketahanan pangan dan pemulihan kesehatan warga.


Kunjungan Kapolda Sumbar ke Huntara Batang Anai bukan sekadar agenda seremonial. Di balik senyum anak-anak yang berebut bersalaman. Tersimpan kenyataan pahit tentang warga yang masih hidup dalam ketidakpastian pascabencana.


Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi kepastian masa depan.


Huntara yang awalnya hanya tempat singgah darurat, kini telah berubah menjadi simbol perjuangan panjang masyarakat kecil untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.(r-saco).