Ketua PWI Sijunjung Husnal Petra Resmi Bergelar Datuak -->

AdSense New

Ketua PWI Sijunjung Husnal Petra Resmi Bergelar Datuak

Minggu, 31 Mei 2026
.


Sijunjung, fajarsumbr.com – Ketua PWI Kabupaten Sijunjung terpilih H. Husnal Petra, M.Pd, resmi menyandang gelar Datuak Rajo Bilang sebagai Cadiak Pandai Suku Dalimo dalam prosesi malewakan gala adat yang digelar di Rumah Kaum Suku Dalimo Batu Galansia, Jorong Balai Okak, Nagari Taruang Taruang, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Jumat (29/5).


Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Pangulu Pucuak Suku Dalimo, Drs. Yon Hardi Datuak Panghulu Sati. Pada kesempatan yang sama, juga dilewakan gelar Pakia Malano kepada Ilham Saputra sebagai Mamak Rumah Dalimo Batu Galansia dan gelar Endah Kayo kepada Dedi Usman sebagai Mamak Rumah Dalimo Botiah-Botiah.


Rangkaian acara diawali dengan pemakaian pakaian kebesaran adat dan pemasangan deta di kepala, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah serta janji untuk menjalankan amanah sebagai Cadiak Pandai dan Mamak Rumah. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri seluruh kaum Suku Dalimo.


Datuak Panghulu Sati berharap pengukuhan tersebut dapat memperkuat nilai-nilai agama, adat, dan budaya sebagai payung bagi anak kemenakan. Ia menegaskan pentingnya memegang teguh falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.


“Para Datuak harus memahami dan mengamalkan agama, adat, serta budaya yang ada. Amanah ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya dan sumpah yang telah diucapkan wajib dijaga,” ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa seorang panghulu atau ninik mamak memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin kaum. Dalam adat Minangkabau dikenal istilah “Ampek Ka Ampoan”, yakni empat kesalahan besar yang tidak dapat ditoleransi dan dapat berujung pada sanksi hingga pencopotan gelar adat.


Dengan telah dikukuhkannya Husnal Petra sebagai Cadiak Pandai serta pengangkatan para Mamak Rumah, maka struktur kepemimpinan adat Suku Dalimo Nagari Taruang Taruang kini telah lengkap. Unsur adat tersebut terdiri dari Panghulu Pucuak Drs. Yon Hardi Datuak Panghulu Sati, Dubalang Syamsuardis Datuak Talangik, Malin M. Nasir Malin Malano, dan Cadiak Pandai H. Husnal Petra, M.Pd Datuak Rajo Bilang.


Sementara itu, Mamak Rumah Nan Sambilan di Suku Dalimo terdiri dari Ilham Saputra (Pakia Malano) untuk Dalimo Batu Galansia, Ardison (Sampono Marajo) Dalimo Ambacang, Suherman (Malintang Sati) Dalimo Sari Kaduak, Bakrizal (Sampono Mudo) Dalimo Kapalo Koto, Pen Suardi (Pito Malano) Dalimo Bukik Kili Ilie, Ayusar (Sutan Malano) Dalimo Kampuang Dalam, Dedi Usman (Endah Kayo) Dalimo Botiah-Botiah, Yandri (Rangkayo Basa) Dalimo Bukik Kili Mudiak, serta Harmonis (Malin Manogah) Dalimo Tasopik.


Datuak Panghulu Sati mengingatkan seluruh pemangku adat agar menjauhi empat kesalahan besar dalam adat yang dikenal dengan ungkapan, “Tapasuntiang di Bungo Kambang, Tamandi di Pincuran Gadiang, Tapanjek di Lansek Masak, dan Takuruang di Biliak Dalam.” 


Menurutnya, petuah tersebut menjadi pedoman bagi para pemimpin adat dalam menjaga marwah dan kehormatan kaum.(Sh)