Kompetisi Surfing “Bupati Cup” Momen Menyiapkan Iven Surfing Kelas Dunia di Mentawai -->

AdSense New

Kompetisi Surfing “Bupati Cup” Momen Menyiapkan Iven Surfing Kelas Dunia di Mentawai

Selasa, 19 Mei 2026

.

Mentawai, fajarsumbar.com - Kompetisi surfing bakal menjaga agenda tahunan Pemkab Mentawai sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi pariwisata Mentawai itu sendiri. Dimana, lebih dari 70 spot ombak selancar di Kepulauan Mentawai yang menjadi data tarik bagi peselancar atau wisatawan mancanegara peminat olahraga bergengsi tersebut. 


Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakob Saguruk di sela-sela kegiatan pembukaan Bupati Cup Road to Word Surf Liga (WSL) QS 6000 di kawasan wisata Mapaddegat, Selasa, (19/5), siang. Dia mengatakan, kontes surfing ini, hendaknya juga menjadi momen untuk lebih memahami dan menyiapkan iven kelas dunia. 


“Memang, masih banyak kekurangan-kekurangan di sana-sini. Tapi, kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan kita akan belajar dan mengetahui lebih banyak. Untuk kekurangan, kita evaluasi dan perbaiki. Di masa mendatang, tentu kita bisa mempersiapkan kontes surfing lebih mantap lagi,” katanya. 


Apalagi, kata dia, kompetisi Bupati Cup ini, juga menjadi tiket bagi Mentawai sebagai tuan rumah dalam kontes surfing kelas dunia WSL QS 6000 pada tanggal 9 Agustus hingga 16 Agustus 2026 mendatang di spot ombak Katiet, desa Bosua, Sipora Selatan. Dimana, spot ombak ini, sudah sangat familiar oleh wisatawan mancanegara pecinta olahraga surfing. 


Selain itu, lanjut dia, Mentawai juga telah menyatakan, kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Porprov cabang olahraga surfing pada Oktober 2026 mendatang. Hal ini, kata dia, juga menjadi peluang bagi Mentawai untuk promosi pariwisata Kepulauan Mentawai dan tentu saja akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. 


Kepala dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kepulauan Mentawai, Aban Barnabas Sokaraja, mengatakan, Bupati Cup Road to WSL QS 6000 ini diikuti oleh 30 peselancar putra-putri lokal Mentawai. Nantinya, delapan peserta terbaik putra dan putri akan mendapatkan wild card atau kesempatan untuk mengikuti kompetisi WSL QS 6000 tanpa proses seleksi. 


“Delapan peserta terbaik tersebut, yakni, juara satu hingga harapan 1 putra dan putri akan mendapatkan wild card tanpa harus seleksi dan otomatis menjadi peserta kompetisi WSL QS 6000 di Katiet. Mereka, nantinya bersaing dengan peselancar dunia lainnya untuk memperebutkan medali WSL QS 6000 tersebut,” pungkasnya. (arf)