![]() |
| . |
Sebanyak 353 mahasiswa Program Studi Geografi dan Pendidikan Geografi angkatan 2023 dan 2024 diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan kajian fisik, sosial, dan pemetaan wilayah yang berfokus pada isu kebencanaan banjir serta pembangunan berkelanjutan.
Mengusung tema “Belajar dari Alam, Bertumbuh dalam Ilmu, Menguat dalam Kebersamaan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda akademik tahunan.
Mahasiswa juga didorong hadir sebagai generasi muda yang mampu memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi terkait kondisi sumber daya air, perubahan penggunaan lahan, pola hidrometeorologi, kawasan rawan banjir, hingga sistem irigasi di wilayah Kayu Tanam. Kajian tersebut dilakukan untuk memahami kebutuhan pembangunan infrastruktur wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan lingkungan yang terus terjadi.
Tak hanya fokus pada aspek fisik, mahasiswa juga memetakan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Mulai dari sistem mitigasi, akses jalur evakuasi, hingga pola adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Pendekatan itu menjadi bagian penting agar mahasiswa memahami bahwa pembangunan wilayah tidak bisa hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan secara terpadu.
Kegiatan KKL ini turut melibatkan dosen pembimbing, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat dalam proses pengumpulan data dan observasi lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan kajian yang aplikatif.
Selain pengalaman belajar lapangan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan berbagai luaran akademik berupa laporan penelitian, artikel ilmiah, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berbasis hasil pemetaan dan penelitian mahasiswa.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan ilmu geografi sekaligus mendukung pengambilan kebijakan pembangunan daerah berbasis data spasial.
Melalui KKL Fisik Sosial dan Pemetaan Tahun 2026 ini, mahasiswa Geografi UNP diharapkan semakin memiliki kemampuan berpikir kritis, analisis spasial, komunikasi sosial, serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan kebencanaan.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi cerminan semangat “Mahasiswa Berdampak”, yakni tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, SDGs 11 mengenai Sustainable Cities and Communities, serta SDGs 15 tentang Life on Land. ( * )
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi terkait kondisi sumber daya air, perubahan penggunaan lahan, pola hidrometeorologi, kawasan rawan banjir, hingga sistem irigasi di wilayah Kayu Tanam. Kajian tersebut dilakukan untuk memahami kebutuhan pembangunan infrastruktur wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan lingkungan yang terus terjadi.
Tak hanya fokus pada aspek fisik, mahasiswa juga memetakan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Mulai dari sistem mitigasi, akses jalur evakuasi, hingga pola adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Pendekatan itu menjadi bagian penting agar mahasiswa memahami bahwa pembangunan wilayah tidak bisa hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan secara terpadu.
Kegiatan KKL ini turut melibatkan dosen pembimbing, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat dalam proses pengumpulan data dan observasi lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan kajian yang aplikatif.
Selain pengalaman belajar lapangan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan berbagai luaran akademik berupa laporan penelitian, artikel ilmiah, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berbasis hasil pemetaan dan penelitian mahasiswa.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan ilmu geografi sekaligus mendukung pengambilan kebijakan pembangunan daerah berbasis data spasial.
Melalui KKL Fisik Sosial dan Pemetaan Tahun 2026 ini, mahasiswa Geografi UNP diharapkan semakin memiliki kemampuan berpikir kritis, analisis spasial, komunikasi sosial, serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan kebencanaan.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi cerminan semangat “Mahasiswa Berdampak”, yakni tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, SDGs 11 mengenai Sustainable Cities and Communities, serta SDGs 15 tentang Life on Land. ( * )
Komentar