Pemkab Tanah Datar Sosialisasikan Teknologi Sawah Pokok Murah dan Padi Salibu -->

AdSense New

Pemkab Tanah Datar Sosialisasikan Teknologi Sawah Pokok Murah dan Padi Salibu

Selasa, 19 Mei 2026



Sosialisasi tentang sawah pokok murah dan padi salibu


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar sosialisasi dan sekolah lapang penerapan teknologi sawah pokok murah dan padi salibu, sebagai upaya pemulihan sektor pertanian pasca bencana galodo dan banjir bandang yang melanda sejak 2024 lalu, di aula Kantor Bupati yang dihadiri penyuluh serta para petani di Tanah Datar, Selasa (19/5/2026).


Bupati Tanah Datar yang diwakili Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi menyampaikan, kegiatan sosialisasi program sawah murah dan pengembangan padi salibu sebagai upaya memperkuat sektor pertanian serta mempercepat pemulihan lahan pertanian pasca bencana alam di Kabupaten Tanah Datar.


"Sekitar 80 persen wilayah Kabupaten Tanah Datar merupakan wilayah pertanian. Ini menjadi potensi besar yang harus terus dikembangkan untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.


Lebih Lanjut, melalui kegiatan sosialisasi dan sekolah lapang tersebut, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani serta petugas pertanian di wilayah terdampak bencana agar mampu menerapkan pola budidaya yang lebih efisien.


Sementara itu, Kadis Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani menyampaikan, Kabupaten Tanah Datar sendiri merupakan daerah agraris dengan mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Sektor pertanian menjadi sektor strategis sekaligus penyumbang terbesar dalam struktur perekonomian daerah.


Namun, bencana galodo dan banjir bandang yang terjadi dalam tiga tahun terakhir mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, infrastruktur pertanian hingga menyebabkan puso atau gagal panen di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berdampak terhadap produksi padi di Kabupaten Tanah Datar.


Berdasarkan data pada Dinas Pertanian, Pada tahun 2024 produksi padi di Tanah Datar tercatat mencapai sekitar 300 ribu ton, sementara pada tahun 2025 mengalami penurunan sekitar 15 persen menjadi 265 ribu ton.


"Meski produksi padi Tanah Datar masih dalam kondisi surplus, namun penurunan tersebut turut mempengaruhi upaya swasembada pangan secara nasional," pungkas Sri Mulyani. (*/F12)