![]() |
| Kepsek Nur Aslinda bersama Majelis Guru dan murid Kelas VI SDN 05 IV Koto Aua Malintang (foto.dok.sdn05) |
Aua Malintang - Langkah berani dilakukan SDN 05 Kecamatan IV Koto Aua Malintang, Padang Pariaman. Di tengah derasnya arus gadget dan merosotnya disiplin anak-anak usia sekolah dasar, sekolah ini justru meluncurkan program yang tak biasa. Menggabungkan hafidz Al-Qur’an, seni drumband, dan pendidikan kepramukaan dalam satu gerakan besar pembinaan karakter siswa Tahun Pelajaran 2026/2027.
Program itu, kata Kepala SDN 05 Nur Aslinda, M.Pd yang dihubungi awak media fajarsumbar.com ini, Selasa (26/5/2026) akan menjadi program unggulan di sekolah yang dipimpinnya.
Ia mengakui memang program unggulan telah dirancang agar mendapat perhatian masyarakat. Terutama orangtua dan wali murid maupun masyarakat di kawasan ini.
Bukan tanpa alasan, sebut Nur Aslinda, bahwa selama ini sekolah masih menghadapi persoalan serius. Kemampuan membaca Al-Qur’an sebagian siswa dinilai masih rendah, sementara bakat seni serta pembinaan disiplin anak belum tergarap maksimal.
"Kondisi itu menjadi alarm keras bagi pihak sekolah untuk bergerak cepat sebelum generasi muda kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang makin liar," jelas dia.
Menurutnya, lewat program bertajuk “Hafidz Qur’ani, Terampil Drumband dan Disiplin Kepramukaan”, SDN 05 ingin membentuk anak-anak yang bukan hanya pintar di kelas, tetapi juga kuat mental, berakhlak, disiplin, kreatif, dan berani tampil di depan publik.
Nur Aslinda menegaskan bahwa setiap pagi sebelum belajar dimulai, siswa diwajibkan membaca Al-Qur’an dan menyetor hafalan secara bertahap. Bahkan sekolah menargetkan siswa kelas tinggi mampu menghafal minimal satu juz secara berkelanjutan.
Di sisi lain, dentuman drumband kini bukan lagi sekadar hiburan upacara sekolah. Program seni drumband di SDN 05 disiapkan sebagai wadah pembentukan kekompakan, disiplin ritme, kerja sama tim, hingga keberanian tampil.
Anak-anak akan dilatih memainkan berbagai alat musik marching band, memahami formasi, hingga tampil pada event sekolah dan peringatan nasional. Sekolah berharap dari kampung kecil itu lahir tim drumband yang mampu mengharumkan nama daerah.
Yang paling menarik, pendidikan pramuka juga tidak lagi dianggap kegiatan pelengkap. Latihan baris-berbaris, tali-temali, sandi pramuka hingga pembinaan kepemimpinan dijadikan alat membentuk karakter anak agar tidak tumbuh menjadi generasi manja dan individualis.
"Pihak sekolah menilai pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, terutama di tengah fenomena menurunnya rasa hormat, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di kalangan anak-anak," terang Nur Aslinda beralasan.
Program ini disusun secara terstruktur dan terukur. Kepala sekolah menjadi penanggung jawab utama, guru agama memimpin pembinaan tahfidz. Sedangkan wali kelas memantau perkembangan hafalan, sementara pelatih drumband dan pembina pramuka bergerak sesuai bidang masing-masing.
Orang tua dan komite sekolah juga dilibatkan penuh agar pendidikan karakter tidak berhenti di lingkungan sekolah saja.
Ambisi SDN 05 Kecamatan IV Koto Aua Malintang pun tidak main-main. Dalam jangka panjang, sekolah ini menargetkan menjadi rujukan program keagamaan, drumband, dan kepramukaan di wilayah Kecamatan IV Koto Aua Malintang.
"Dalam pelaksanaan program unggulan ini, kita tetap meminta petunjuk dan bimbingan kepada Pengawas Sekolah dan Pengawas Agama," ucap Nur Aslinda yang sebelumnya Kepsek 12 IV Koto Aua Malintang.
Lebih dari itu, mereka ingin membuktikan bahwa sekolah dasar di daerah juga mampu melahirkan generasi Qur’ani yang disiplin, kreatif, berprestasi, dan siap bersaing di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Sebuah mimpi besar yang kini mulai dipukul dengan irama drumband, dihafal lewat ayat-ayat suci, dan ditempa lewat semangat pramuka.(saco).
Komentar