Tim Monev KONI Sawahlunto Petakan Kekuatan Cabang Angkat Besi Menuju Porprov 2026 -->

AdSense New

Tim Monev KONI Sawahlunto Petakan Kekuatan Cabang Angkat Besi Menuju Porprov 2026

Jumat, 29 Mei 2026
Tim 4 Monitoring dan Evaluasi KONI Kota Sawahlunto berpose bersama atlet angkat besi andalan PABSI Sawahlunto di lokasi latihan luar ruangan, sebagai bagian dari persiapan intensif menuju Porprov 2026. (foto/arif muhajirin)


Sawahlunto, fajarsumbar.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto terus mematangkan persiapan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026. Melalui Tim 4 Monitoring dan Evaluasi (Monev), peninjauan langsung dilakukan ke lokasi latihan Cabang Olahraga Angkat Besi (PABSI) di Wisma Arga II pada Selasa, 26 Juni 2026, guna memastikan kesiapan fisik, mental, serta administrasi para atlet yang akan berlaga di Kota Solok mendatang.


​Dalam kunjungan tersebut, Tim Monev yang dipimpin oleh Muldayuri, melakukan pemantauan mendalam terhadap proses latihan serta berdialog langsung dengan tim pelatih. Berdasarkan hasil evaluasi, cabang angkat besi tetap menjadi salah satu tumpuan harapan bagi Kota Sawahlunto, mengingat rekam jejak prestasi cabang ini yang konsisten menyumbangkan medali pada pelaksanaan Porprov tahun-tahun sebelumnya.


​Ketua Tim 4 Monev, Muldayuri, menegaskan bahwa proses seleksi dan pengawasan ini dilakukan secara ketat untuk memastikan efektivitas kontingen. Menurutnya, kedisiplinan dan kesesuaian administrasi, seperti batasan usia, menjadi kunci utama dalam memetakan potensi medali.


​"Kami melakukan pemantauan intensif untuk melihat sejauh mana keseriusan dan kesiapan atlet di lapangan. Dari hasil evaluasi ini, kami merekomendasikan enam atlet terbaik yang dinilai paling siap secara performa dan administratif untuk melaju ke tahap persiapan kontingen selanjutnya. Fokus kita adalah efisiensi dan peluang nyata dalam meraih medali," ujar Muldayuri di sela-sela kegiatan monitoring.


​Berdasarkan data di lapangan, dari total sembilan atlet yang diusulkan, Tim Monev mencatat dinamika kehadiran dan potensi yang bervariasi. Saat ini, terdapat nama-nama seperti Andifa Rahma Julya yang akan turun di kelas junior (usia 15-20 tahun). Andifa dinilai memiliki peluang besar merebut medali dikarenakan persaingan di kelas junior diprediksi tidak terlalu padat. Selain itu, nama Heru Adrian juga menjadi sorotan; meski usianya berada di ambang batas transisi ke kelas senior, ia tetap diproyeksikan sebagai andalan sambil menunggu kepastian regulasi dalam Technical Handbook (THB).


​Potensi besar juga datang dari kuartet atlet berpengalaman, yakni Apriliya Riva Lestari, Yelly B Eghtima Cia, Angga Kurniawan, dan Liza Vatriola. Keempatnya merupakan atlet asli putra-putri Sawahlunto yang pada ajang Porprov sebelumnya telah terbukti mengharumkan nama kota dengan raihan medali. Informasi dari pelatih menyebutkan bahwa satu orang atlet di cabang ini berpeluang merebut hingga tiga medali sekaligus yang berasal dari kategori angkatan serta total angkatan.


​Namun, Tim Monev juga memberikan catatan tegas terhadap kedisiplinan atlet. Tiga orang atlet diputuskan untuk tidak direkomendasikan lanjut ke tahap berikutnya karena dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam berlatih dan sering absen tanpa keterangan. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas tim dan memastikan bahwa hanya mereka yang memiliki dedikasi tinggi yang akan mewakili Sawahlunto.


Tim Monev berharap para atlet yang terpilih—yakni Apriliya Riva Lestari, Yelly B Eghtima Cia, Liza Vatriola, Andifa Rahma Julya, Angga Kurniawan, dan Heru Adrian—dapat semakin memacu porsi latihan mereka. Mengingat Kota Solok sebagai tuan rumah telah bersiap, Angkat Besi Sawahlunto diharapkan mampu mempertahankan tradisi emas dan memberikan kontribusi signifikan bagi peringkat kota di klasemen akhir Porprov 2026. (ton)