Tingkuluak “Praktis” Permata Hati Curi Perhatian Isteri Menteri -->

AdSense New

Tingkuluak “Praktis” Permata Hati Curi Perhatian Isteri Menteri

Kamis, 14 Mei 2026
.


Padang, fajarsumbar.com — Suasana hangat dan penuh antusias mewarnai kunjungan istri Menteri Ketenagakerjaan RI, Sumarni Yassierli, ke Galeri Permata Hati Grup di kawasan Perupuk Tabing, Kota Padang. Dalam kunjungan tersebut, Sumarni dibuat terpukau dengan berbagai karya fesyen tradisional Minangkabau yang diproduksi UMKM lokal tersebut.


Setibanya di galeri, Sumarni langsung diperkenalkan dengan berbagai koleksi deta rancak dan tingkuluak khas Minang hasil kreasi Permata Hati Grup. Berbeda dari produk sejenis pada umumnya, tingkuluak buatan UMKM tersebut dinilai lebih praktis digunakan tanpa menghilangkan nilai estetika budaya Minangkabau.


“Saya benar-benar kagum. Biasanya memakai tingkuluak cukup rumit, tetapi di sini desainnya praktis dan mudah dipakai. Ini inovasi yang sangat menarik,” ujar Sumarni saat mencoba langsung salah satu produk unggulan Permata Hati Grup.


Kekaguman istri Menteri Ketenagakerjaan itu semakin bertambah setelah pemilik galeri, Welly, memperlihatkan berbagai hasil karya lainnya. Tidak hanya deta dan tingkuluak, Permata Hati Grup juga memproduksi aneka tas dan suvenir yang pernah digunakan dalam kegiatan nasional Bum Run, event populer yang digagas SMA Negeri 3 Padang.


Menurut Sumarni, kreativitas dan inovasi seperti yang ditampilkan Permata Hati Grup menjadi contoh penting bagi pengembangan UMKM di Indonesia, terutama dalam menciptakan produk berbasis budaya yang mampu mengikuti kebutuhan pasar modern.


“Pelaku usaha seperti ini sangat dibutuhkan ke depan. Kreatif, inovatif, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya daerah,” katanya.


Permata Hati Grup sendiri dikenal sebagai salah satu UMKM yang aktif mengembangkan produk fesyen etnik Minangkabau dengan konsep siap pakai. Produk-produk mereka tidak hanya menonjolkan unsur tradisional, tetapi juga mengedepankan kepraktisan sehingga lebih mudah diterima berbagai kalangan.


Owner Permata Hati Grup, Welly, mengatakan pihaknya selalu memastikan ketersediaan produk di galeri, mulai dari pilihan warna hingga jenis kain yang digunakan.


“Alhamdulillah, koleksi kami selalu tersedia. Konsumen bisa memilih berbagai warna dan bahan sesuai kebutuhan,” ujarnya.


Dedikasi Welly dalam mengembangkan usaha berbasis budaya lokal sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Padang. Pada 2024 lalu, ia menerima penghargaan Pin Emas sebagai salah satu pelaku UMKM terbaik di Kota Padang.


Kunjungan Sumarni Yassierli ke galeri tersebut difasilitasi Balai Latihan Kerja (BLK) Padang. Awalnya, rombongan dijadwalkan meninjau lima UMKM di Kota Padang. Namun karena keterbatasan waktu, hanya dua lokasi yang akhirnya sempat dikunjungi, yakni Permata Hati Grup dan usaha roti Ring Bun di kawasan Simpang Haru.


Menariknya, kunjungan itu juga mendapat perhatian dari sejumlah pejabat daerah. Turut mendampingi di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Teddy Antonius, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Lurah Perupuk Tabing Junaidi. Istri Kepala BLK Padang, Ny. Arnov Tri Hartanto, bersama sejumlah staf juga hadir dalam agenda tersebut.


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Teddy Antonius, menilai Permata Hati Grup layak menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya di Sumatera Barat.


“Sebagai pelaku UMKM berprestasi, tentu wajar jika kita memberikan dukungan penuh. Apalagi Buk Welly sudah membuktikan kualitas usahanya hingga meraih penghargaan tingkat kota,” katanya.


Hal senada disampaikan Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama. Menurutnya, keberhasilan UMKM seperti Permata Hati Grup menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Koto Tangah.


“Kami bangga memiliki pelaku UMKM yang mampu mengangkat budaya lokal sekaligus menghasilkan produk kreatif yang diminati banyak orang,” ujarnya.(Ns)