Galodo Merobohkan Jembatan Anduriang, Negara Bangun Kembali dengan Dana Rp45 Miliar -->

Iklan Atas

Galodo Merobohkan Jembatan Anduriang, Negara Bangun Kembali dengan Dana Rp45 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026
Jelang membangun jembatan permanen di Anduriang, kini sedang giat alat berat melakukan normalisasi aliran sungai Batang Anai (foto.dok.ikp) 

Kayu Tanam - Harapan yang selama berbulan-bulan dinanti masyarakat Anduriang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah terpaksa hidup dengan akses terbatas dan mempertaruhkan keselamatan menggunakan rakit darurat pasca-galodo. Pemerintah memastikan pembangunan kembali Jembatan Anduriang akan dimulai pada tahun 2026 dengan anggaran mencapai Rp45,2 miliar dari APBN.


Kabar tersebut menjadi angin segar bagi ribuan warga yang sejak robohnya jembatan akibat bencana hidrometeorologi dan banjir bandang pada November 2025 lalu. Menyebabkan warga harus menghadapi berbagai kesulitan.


Aktivitas ekonomi tersendat, distribusi hasil pertanian terganggu, dan mobilitas masyarakat berubah menjadi perjuangan panjang yang penuh risiko.


Jembatan Anduriang bukan sekadar bangunan beton dan baja yang menghubungkan dua sisi Sungai Batang Anai.


Bagi masyarakat, jembatan itu adalah urat nadi kehidupan yang menghubungkan keluarga, pendidikan, perdagangan, serta sumber penghidupan warga di Nagari Anduriang dan Nagari Kayu Tanam.


Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah memastikan pembangunan jembatan permanen akan segera dilaksanakan setelah proses normalisasi Sungai Batang Anai selesai.


Infrastruktur baru yang dibangun nantinya, dirancang jauh lebih kuat dan modern untuk menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.


Dengan nilai investasi mencapai Rp45,2 miliar, jembatan tersebut akan memiliki panjang total 140 meter yang terdiri dari dua bentang masing-masing 70 meter.


Struktur rangka baja tipe B70 akan menjadi tulang punggung konstruksi, dilengkapi lebar jembatan enam meter, trotoar di kedua sisi. Juga mempergunakan pondasi bore pile berdiameter 800 milimeter yang dirancang untuk memberikan kekuatan dan daya tahan lebih baik.


“Setelah normalisasi sungai selesai, Jembatan Anduriang akan dibangun kembali secara permanen oleh BPJN. Sesuai arahan Wakil Menteri PUPR dan komitmen yang telah disampaikan kepada Bupati Padang Pariaman. Bahwa pembangunan akan dimulai tahun ini dengan anggaran sekitar Rp45,2 miliar dari APBN,” ungkap Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, El Abdes Marsyam.


Kepastian tersebut menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat yang selama ini menanti kejelasan masa depan akses transportasi di kawasan tersebut.


Setelah berbulan-bulan bergantung pada rakit darurat dan jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama, warga kini mulai melihat harapan bahwa kehidupan mereka akan kembali normal.


Di balik angka miliaran rupiah dan desain konstruksi yang megah, pembangunan Jembatan Anduriang sesungguhnya adalah upaya mengembalikan denyut kehidupan masyarakat yang sempat terputus akibat bencana.


Ketika jembatan itu kembali berdiri nanti, bukan hanya kendaraan yang melintas, tetapi juga harapan, aktivitas ekonomi, dan masa depan ribuan warga yang selama ini tertahan di kedua sisi Sungai Batang Anai.(r-saco).