Gubernur Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Mentawai -->

AdSense New

Gubernur Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Mentawai

Rabu, 03 Juni 2026
.


Padang, fajarsumbar.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026).


Program yang digagas Bank Indonesia tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).


Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Bank Indonesia yang terus menghadirkan layanan kas hingga ke daerah kepulauan. Menurutnya, keberadaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia bukan sekadar untuk kebutuhan transaksi ekonomi, tetapi juga simbol nyata kehadiran negara bagi seluruh rakyat.


“Setiap lembar rupiah yang sampai ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Mahyeldi.


Ia menegaskan, kondisi geografis Kepulauan Mentawai yang terdiri dari wilayah kepulauan tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan yang setara dengan daerah lain.


Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, dan sektor perbankan dinilai sangat penting untuk memastikan distribusi layanan keuangan tetap menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.


Menurut Mahyeldi, Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menyediakan uang rupiah layak edar, program tersebut juga melayani penukaran uang rusak serta memberikan edukasi tentang pentingnya mencintai dan merawat rupiah.


“Kita ingin memastikan masyarakat di daerah kepulauan dan wilayah 3T seperti Mentawai tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal,” katanya.


Sementara itu, Komandan Komando Daerah Maritim (Kodamar) II Padang, Sarimpunan Tanjung mengatakan pelaksanaan ekspedisi menjadi bentuk nyata kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga distribusi uang rupiah hingga ke seluruh pelosok negeri.


Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar akses terhadap uang rupiah layak edar tetap tersedia di daerah terpencil.


Dalam ekspedisi tersebut, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari dengan rute Padang–Siberut (Maileppet)–Muara Sikabaluan–Sipora–Pagai Utara–Pagai Selatan dan kembali ke Padang.


Total pelayaran yang ditempuh mencapai sekitar 505 nautical mile (NM) untuk menjangkau masyarakat di berbagai pulau di Mentawai.


Di sisi lain, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto menyebutkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Sumatera Barat merupakan ekspedisi keenam dari total 23 ekspedisi yang digelar Bank Indonesia sepanjang tahun 2026.


Menurutnya, kebutuhan uang tunai di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup tinggi sehingga Bank Indonesia terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah dalam jumlah cukup dan kualitas yang baik.


“Kami juga menarik uang yang sudah tidak layak edar untuk diganti dengan uang yang baru dan layak digunakan masyarakat,” ujarnya.


Selain menghadirkan layanan kas keliling, Bank Indonesia juga akan melaksanakan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan rupiah serta program pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tujuan ekspedisi.


Kegiatan pelepasan ekspedisi turut dihadiri unsur Forkopimda Sumatera Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, jajaran TNI Angkatan Laut, pimpinan perbankan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(adpsb/rmz/bud)