![]() |
| . |
Padang, fajarsumbar.com - Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang, Ny. Sri Haryati Maigus Nasir, dibuat terpukau saat mengunjungi Galeri Permata Hati Grup di Kota Padang, Selasa (2/6/2026). Beragam karya deta dan tingkuluak khas Minangkabau hasil kreativitas UMKM binaan Buk Welly Nofi Sastera sukses mencuri perhatian isteri Wakil Walikota Padang tersebut.
Kunjungan itu menjadi momen spesial bagi Ny. Sri Haryati setelah melihat langsung inovasi produk budaya Minang yang dikemas lebih praktis, modern, namun tetap mempertahankan nilai tradisionalnya.
“Saya benar-benar kagum. Tidak menyangka karya-karya yang dihasilkan di sini begitu luar biasa. Buk Wel mampu menghadirkan produk budaya Minang dengan sentuhan kreatif dan sangat menarik,” ujar Ny. Sri Haryati saat meninjau galeri.
Kekaguman tersebut muncul ketika dirinya mencoba langsung tingkuluak dan deta rancak yang menjadi produk unggulan Permata Hati Grup. Menurutnya, produk tersebut memiliki kelebihan karena mudah digunakan tanpa proses yang rumit.
“Biasanya memakai tingkuluak membutuhkan waktu cukup lama, tetapi produk di sini sangat praktis. Tinggal dipakai saja, cepat dan tetap terlihat anggun. Deta rancaknya juga sangat menarik,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Sri Haryati turut didampingi Kabid Pemberdayaan UMKM Kota Padang, Nasdwi Yelli, S.STP, serta Ny. Rio Ebu, isteri Camat Koto Tangah.
Tidak hanya terpukau dengan hasil kerajinan, Ketua GOW Padang itu juga mengaku salut setelah mengetahui perjalanan panjang Buk Welly Nofi Sastera dalam dunia pemberdayaan perempuan dan UMKM. Sosok yang akrab disapa Mak Wel itu ternyata telah banyak berkontribusi di bidang pelatihan keterampilan, literasi masyarakat hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Ny. Sri Haryati bahkan menyebut Buk Welly sebagai salah satu tokoh perempuan inspiratif di Kota Padang. Apalagi, Mak Wel juga telah menerima penghargaan Pin Emas dari Walikota Padang pada tahun 2024 atas dedikasinya dalam mengembangkan koperasi dan UMKM.
“Dari buku perjalanan hidup beliau, saya jadi tahu bahwa Mak Wel bukan hanya pelaku UMKM, tetapi juga seorang penggerak literasi, pelatih keterampilan, hingga pegiat budaya. Ini sangat menginspirasi,” katanya.
Kunjungan itu semakin menarik ketika Ny. Sri Haryati melihat sejumlah produk khusus yang dipersiapkan Permata Hati Grup untuk menyambut event nasional BOM Run 2026 yang akan digelar Agustus mendatang.
Berbagai souvenir seperti deta, tingkuluak, syal hingga tas tangan bertema BOM Run sudah mulai diproduksi dan dipasarkan. Kreativitas tersebut membuat Ny. Sri Haryati mengaku terkejut karena Mak Wel dinilai lebih cepat membaca peluang dari event besar tersebut.
“Jujur saja, saya juga bagian dari panitia BOM Run. Tetapi ternyata Mak Wel sudah lebih dulu menyiapkan produk-produk kreatif untuk mendukung event ini. Saya bahkan ingin menjadi orang pertama yang memakai produk-produk ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Buk Welly Nofi Sastera menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Ketua GOW Kota Padang ke galeri usahanya. Ia mengaku seluruh karya yang dihasilkan selama ini merupakan buah perjuangan panjang yang dibangun secara mandiri.
“Semua yang Ibu lihat hari ini adalah hasil proses dan kerja keras yang saya jalani selama bertahun-tahun. Alhamdulillah meski dimulai dengan kemampuan sendiri, karya-karya ini bisa berkembang dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tutur Mak Wel dengan rendah hati.
Permata Hati Grup sendiri kini terus berkembang menjadi salah satu pelaku UMKM kreatif di Kota Padang yang fokus mengangkat budaya Minangkabau melalui produk fashion dan kerajinan modern. Kehadiran berbagai karya inovatif tersebut diharapkan mampu memperluas promosi budaya lokal sekaligus meningkatkan ekonomi pelaku UMKM daerah.(*)
Komentar