KONI Sawahlunto Matangkan Persiapan Tes VO2 MAX Tahap Dua Jelang Porprov XVI Sumbar -->

AdSense New

KONI Sawahlunto Matangkan Persiapan Tes VO2 MAX Tahap Dua Jelang Porprov XVI Sumbar

Rabu, 10 Juni 2026
Rapat koordinasi teknis KONI Kota Sawahlunto guna memastikan kesiapan pelaksanaan tes VO2 MAX tahap dua yang akan digelar di Lapangan Ombilin. (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto terus bergerak cepat dalam mematangkan persiapan para atletnya menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. Sebagai langkah konkret, KONI Kota Sawahlunto menggelar rapat tim teknis yang mendalam guna mempersiapkan pelaksanaan tes VO2 MAX tahap kedua. Pertemuan krusial ini berlangsung di ruang rapat KONI Sawahlunto pada Rabu, 10 Juni 2026.


​Pelaksanaan tes VO2 MAX tahap kedua ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 13 hingga 16 Juni 2026 mendatang, dengan berpusat di Lapangan Ombilin. Agenda ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan tindak lanjut langsung dari rekomendasi tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Sawahlunto. Tim Monev menegaskan bahwa tes fisik ini merupakan instrumen wajib untuk menyaring dan merekomendasikan atlet-atlet terbaik yang benar-benar siap bertarung membawa nama daerah pada Porprov XVI Sumbar yang akan ditabuh pada 2 hingga 14 Oktober 2026.


​Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Ketua I, Boy Purbadi, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan komitmen yang telah dibangun. Semua kesepakatan yang telah diputuskan dalam rapat pleno sebelumnya harus dijalankan tanpa tawar-menawar. Pihaknya menuntut tim teknis untuk bekerja dengan tingkat objektivitas yang tinggi demi mendapatkan gambaran riil kekuatan olahraga Sawahlunto.


​"Kami meminta kepada seluruh tim teknis untuk melakukan tes VO2 MAX ini berdasarkan fakta data di lapangan nanti. Harus profesional dalam penilaian serta independen, agar kita mendapatkan hasil yang nyata dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Boy Purbadi saat memberikan arahan dalam rapat tersebut.


​Senada dengan itu, Sekretaris KONI Sawahlunto, Hendri Febriyudi, menekankan bahwa transparansi data dari tes ini akan menjadi kompas utama bagi pengurus dalam menentukan nasib para atlet. KONI tidak ingin membeli kucing dalam karung dan hanya akan memberangkatkan atlet yang benar-benar berada dalam kondisi prima.


​"Hasil riil dari lapangan ini akan menjadi acuan mutlak bagi KONI untuk mengetahui kondisi fisik terkini para atlet. Data inilah yang menentukan kelayakan mereka untuk diberangkatkan sebagai bagian dari kontingen resmi pada Porprov nanti," kata Hendri Febriyudi mempertegas.


​Sementara itu, Koordinator Pelaksanaan VO2 MAX yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sawahlunto, Ari Pramanto, memberikan pembekalan teknis yang lebih spesifik kepada para jajaran tim di lapangan. Ia mengingatkan bahwa parameter fisik tidak bisa dimanipulasi dan menjadi pondasi utama dari prestasi seorang atlet.


​"Tim teknis harus jeli dan ketat dalam melihat kondisi fisik atlet ini. Langkah ini sangat vital untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka sebelum berlaga di Porprov. Kita hanya mencari atlet yang benar-benar siap untuk bertanding habis-habisan dan menyumbang medali bagi Kota Sawahlunto," tutur Ari Pramanto menyudahi arahan rapat. (ton)