![]() |
| Foto ilustrasi AI |
Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
DI jantung Kota Sawahlunto, di mana dinding-dinding tua menyimpan memori kejayaan tambang batubara, sebuah perubahan besar tengah diupayakan. Bukan dengan merobohkan gedung, melainkan dengan merapikan apa yang ada di atas kepala: jalinan kabel yang selama ini "menjerat" estetika bangunan bersejarah. Pada Rabu, 3 Juni 2026, Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmennya untuk membebaskan pemandangan kawasan heritage dari kesemrawutan infrastruktur komunikasi dan listrik.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin langsung gerakan ini dalam sebuah rapat koordinasi di Ruang Rapat M. Yamin. Baginya, kabel-kabel yang tidak tertata di kawasan seperti Pasar Remaja bukan sekadar masalah teknis, melainkan penghalang bagi mata dunia untuk melihat keindahan asli Sawahlunto. Penataan ini menjadi kebutuhan krusial agar lingkungan kota terasa lebih rapi, aman, dan nyaman bagi setiap jiwa yang melangkah di trotoarnya.
Langkah ini bukanlah perjalanan tunggal pemerintah semata. Di meja rapat, duduk berdampingan perwakilan dari PLN, Telkom, ICON+, hingga penyedia TV kabel. Mereka diajak untuk menyamakan langkah, menanggalkan ego sektoral, dan mulai mengikuti prosedur operasional standar dalam pemasangan jaringan. Ada sebuah mimpi besar yang ingin dicapai: sebuah harmoni antara masa lalu yang autentik dengan kebutuhan masa depan yang modern.
"Target penataan ini diarahkan untuk mendukung terwujudnya kawasan kota yang tertata secara visual, sekaligus selaras dengan konsep kota yang estetik namun tetap futuristik," ujar Riyanda Putra dengan penuh optimisme.
Sinergi ini bertujuan agar nilai sejarah dan budaya Sawahlunto dapat tampil lebih prima, tanpa terhalang oleh bentangan kabel yang mengganggu. Setelah rapat usai, tim tidak tinggal diam di balik meja. Peninjauan langsung ke titik-titik kritis dilakukan untuk memastikan bahwa rencana yang disusun bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wisatawan.
Upaya percepatan ini menjadi pengingat bahwa merawat kota warisan dunia memerlukan ketelitian hingga ke detail terkecil. Dengan langit yang bersih dan kabel yang tertata, Sawahlunto sedang bersiap untuk memperlihatkan wajah aslinya—sebuah kota tua yang rapi, berwibawa, dan tetap menarik di tengah laju zaman. Fokus penataan ini menekankan pentingnya lingkungan yang aman dan daya tarik wisata yang kuat. (*_*)
Komentar