Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
DERAP langkah kaki yang ritmis berpadu dengan helaan napas yang memburu di bawah langit Lapangan Ombilin, Kota Sawahlunto. Di tempat bersejarah ini, asa dan keringat ratusan atlet dilebur menjadi satu komitmen mutlak: membawa pulang kejayaan untuk Kota Sawahlunto pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 yang kian mendekat.
Sebagai bagian dari langkah strategis menyaring dan mematangkan potensi terbaik, Bidang Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto menggelar pretes fisik tahap II, dengan fokus utama mengukur keandalan VO2 Max para atlet, Minggu (14/6/2026). Sesi krusial ini dirancang bukan sekadar sebagai formalitas, melainkan sebuah barometer ilmiah mutakhir untuk melihat sejauh mana ketahanan fisik para ksatria olahraga Sawahlunto sebelum turun ke gelanggang sesungguhnya.
Program pretes fisik intensif ini dijadwalkan berlangsung maraton selama empat hari berturut-turut. Memasuki hari kedua pelaksanaan, atmosfer kompetisi internal terasa kian pekat. Sebanyak 154 atlet yang berasal dari 12 cabang olahraga berkumpul dengan satu tujuan yang sama. Sehari sebelumnya, mereka telah berhasil melewati serangkaian protokol pengujian teknis ketat yang digariskan oleh tim penguji teknis KONI Sawahlunto.
Kehadiran para atlet di lintasan uji ini bukanlah sebuah kebetulan. Mereka merupakan nama-nama pilihan, buah dari proses monitoring dan evaluasi (monev) mendalam yang dilakukan secara berkala oleh KONI Kota Sawahlunto terhadap seluruh cabang olahraga dalam beberapa waktu terakhir. Melalui filter monev tersebut, setiap kelemahan ditambal dan setiap potensi dipertajam agar kontingen Sawahlunto datang ke Porprov dengan kekuatan penuh yang solid.
Namun, hari kedua pelaksanaan VO2 Max kali ini menorehkan cerita yang berbeda sekaligus membanggakan. Lapangan Ombilin saksi bisu lahirnya sebuah kejutan besar dari cabang olahraga sepak bola yang bernaung di bawah PSSI Kota Sawahlunto. Seorang talenta muda bernama Ferdian sukses mencuri perhatian tim penguji dan seluruh pasang mata yang hadir setelah berhasil memecahkan rekor lokal dalam sesi Bleep Test. Dengan daya tahan yang luar biasa, capaian Ferdian tidak hanya melampaui rata-rata rekan sejawatnya, melainkan mampu menyamai standar ketat yang biasa diterapkan untuk level atlet nasional.
Keberhasilan monumental ini mendapat apresiasi tinggi dari struktur kepengurusan olahraga kota. Ketua Bidang Prestasi KONI Kota Sawahlunto, Ari Pramanto, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas capaian yang diraih di atas lintasan hijau tersebut. Ia menegaskan bahwa torehan nilai fisik ini menjadi sinyal positif bagi kesiapan kontingen secara menyeluruh.
"Atlet tersebut berhasil memecahkan rekor di Kota Sawahlunto. Untuk hasil Bleep Test, Ferdian telah masuk dalam kategori nasional," ujar Ari Pramanto dengan nada optimis saat mengevaluasi jalannya tes fisik.
Di balik rekor yang pecah dan decak kagum para penguji, ada konsistensi sunyi yang dijalani oleh sang atlet. Ferdian mengakui bahwa tidak ada formula rahasia atau instan untuk mencapai tingkat kebugaran seperti itu. Baginya, ketahanan fisik tingkat tinggi adalah investasi dari kedisiplinan yang dipupuk setiap hari tanpa jeda.
"Persiapannya sebelum melakukan VO2 Max ini, biasanya secara konsisten melakukan jogging untuk menjaga kondisi tubuh hingga mampu pecahkan rekor ini," ungkap Ferdian secara rendah hati saat dikonfirmasi mengenai pencapaiannya.
Geliat prestasi yang ditunjukkan oleh Ferdian langsung memantik api semangat di internal organisasi PSSI Kota Sawahlunto. Ketua PSSI Kota Sawahlunto, Ronny Eka Putra, memandang capaian ini sebagai momentum emas yang harus dijaga sekaligus dijadikan cambuk pelecut motivasi bagi seluruh atlet binaannya yang tengah bersiap. Rekor ini membuktikan bahwa anak-anak Sawahlunto memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi asalkan memiliki komitmen yang kuat.
"Benar dengan pecahkan rekor ini oleh atletnya kembali mengingatkan kepada atlet binaannya untuk terus menjaga performa ke posisi lebih tinggi lagi dan mampu mempertahankan kondisi, sedangkan bagi yang lain untuk dapat meningkatkan kualitas dan daya tahan tubuh," tutur Ronny Eka Putra menegaskan.
Pretes fisik tahap II di Lapangan Ombilin ini pada akhirnya bukan sekadar deretan angka di atas kertas catatan tim penguji. Hari kedua ini menjadi pembuktian awal bahwa dengan monitoring yang tepat, evaluasi yang terukur, serta disiplin tinggi dari para atlet, Kota Sawahlunto siap melangkah ke Porprov XVI Sumatera Barat dengan kepala tegak, siap menembus batas, dan membawa pulang tradisi juara. (*_*)
Komentar