Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kota Sawahlunto kini tengah bertransformasi menjadi pusat perhatian beladiri kempo di Pulau Sumatera. Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Sawahlunto tidak sekadar bersiap, melainkan sedang melakukan mobilisasi besar-besaran untuk menghadapi dua agenda raksasa yang sudah di depan mata.
Fokus organisasi saat ini terbelah namun tetap terintegrasi antara persiapan Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Sumatera yang dijadwalkan pada 22-27 Juni 2026, serta ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan menyusul pada bulan Oktober mendatang.
Kepercayaan yang diberikan kepada Kota Sawahlunto untuk memegang tonggak sebagai tuan rumah di kedua ajang tersebut merupakan manifestasi dari kredibilitas pengurus dalam membina atlet secara berkelanjutan. Menjadi tuan rumah bukan sekadar perkara teknis penyelenggaraan, melainkan sebuah pertaruhan harga diri daerah.
Oleh karena itu, jajaran pengurus Perkemi Sawahlunto telah merancang program latihan yang tidak hanya menyentuh aspek fisik dan teknik, tetapi juga penguatan mental bertanding. Hal ini dilakukan agar para kenshi tidak merasa terbebani oleh ekspektasi publik lokal, melainkan justru menjadikannya bahan bakar motivasi untuk meraih podium tertinggi.
Keseriusan ini mendapat perhatian langsung dari otoritas olahraga tertinggi di kota tersebut. Pada Senin, 1 Juni 2026, Tim I Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kota Sawahlunto melakukan peninjauan mendalam di Lapangan Ombilin. Langkah ini diambil untuk melakukan validasi terhadap data atlet, progres latihan, serta kesiapan fisik secara aktual.
Ketua Tim Monev, Boy Purbadi, menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, guna memastikan bahwa setiap atlet yang akan diturunkan benar-benar berada dalam kondisi prima dan kompetitif.
Di balik layar, peran pelatih menjadi krusial dalam menjaga stabilitas emosional dan kedisiplinan para atlet. Almadi dan Ari Pramanto, dua sosok pelatih yang menjadi arsitek di balik ketangguhan kenshi Sawahlunto, terus memompa semangat anak asuh mereka. Mereka menyadari bahwa tantangan terbesar bukan hanya lawan di arena, melainkan konsistensi dalam menjalani rutinitas latihan yang berat.
"Kami terus menekankan kepada para kenshi bahwa kesempatan menjadi tuan rumah di dua ajang besar sekaligus adalah momen langka. Disiplin adalah harga mati jika kita ingin melihat bendera kota berkibar paling tinggi di rumah sendiri," tegas Almadi di sela-sela sesi latihan.
Dengan sinergi yang kuat antara dukungan manajerial dari KONI, dedikasi pelatih, dan kerja keras para atlet, Perkemi Sawahlunto optimis dapat melahirkan prestasi yang membanggakan. Keberhasilan dalam Kejurnaswil Sumatera nantinya diharapkan akan menjadi modal psikologis yang kuat sebelum mereka kembali bertarung habis-habisan dalam ajang Porprov di penghujung tahun. (ton)
Komentar