Sawahlunto, fajarsumbar.com – Atmosfer olahraga di Kota Sawahlunto dipastikan bakal meningkat tajam dalam waktu dekat. Kota yang karismatik dengan status Warisan Dunia UNESCO ini tengah bersiap menjadi pusat perhatian peminat olahraga beladiri se-Sumatera.
Menjelang perhelatan akbar Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Sumatera Shorinji Kempo yang memperebutkan Piala Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengprov Perkemi) Sumatera Barat, berbagai persiapan matang terus dikebut demi menyukseskan ajang yang diprediksi akan menggetarkan Kota Sawahlunto pada tanggal 22 hingga 27 Juni 2026 mendatang.
Pemilihan Sawahlunto sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan, melainkan sebuah momentum emosional dan strategis yang sangat kuat. Saat ini, tampuk kepemimpinan Perkemi Sumatera Barat dipegang oleh Bagas Panyusunan Nasution, seorang putra asli Kota Sawahlunto yang juga mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Darah kepemimpinan dan dedikasi terhadap olahraga tampak mengalir kuat di keluarganya, mengingat ia merupakan anak dari tokoh olahraga terpandang di kota ini, yaitu H. Jhon Reflita yang menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sawahlunto.
Sinergi lini kepemimpinan olahraga ini semakin kokoh di tingkat lokal dengan kehadiran Nico Adrian, Anggota DPRD Kota Sawahlunto yang saat ini menakhodai Perkemi Kota Sawahlunto. Kolaborasi lintas generasi dan instansi ini menjadi modal utama dalam membawa event skala nasional ke kota tambang bersejarah tersebut.
Menjelang hitungan hari menuju pembukaan, panitia pelaksana terus merapatkan barisan untuk menyisir setiap detail kebutuhan teknis. Bertempat di ruang rapat KONI Sawahlunto pada Kamis, 11 Juni 2026, jajaran panitia menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan seluruh persiapan yang tersisa. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Almadi, yang dengan tegas memaparkan bahwa seluruh komponen tim terus bergerak dinamis di lapangan untuk memastikan sarana dan prasarana siap digunakan.
Fokus utama pergerakan panitia saat ini tertuju pada Bengkel Utama Kawasan Silo, sebuah lokasi ikonik yang dipilih menjadi arena pertandingan. Tempat yang sarat akan nilai sejarah ini akan disulap menjadi gelanggang laga tempat bertemunya ratusan kenshi terbaik dari berbagai provinsi di pulau Sumatera. Almadi menegaskan bahwa status tuan rumah membawa tanggung jawab moral yang sangat besar, tidak hanya sekadar sukses di atas kertas, melainkan harus meninggalkan impresi yang mendalam bagi seluruh kontingen.
"Saat ini tim telah menyiapkan segala sesuatunya di lokasi kegiatan. Kesuksesan penyelenggaraan Kejurnaswil Shorinji Kempo ini merupakan harga mati bagi kita semua, karena hal ini menyangkut nama baik Kota Warisan Dunia di pulau Sumatera," ujar Almadi dengan penuh optimisme di hadapan peserta rapat.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen panitia bahwa event ini bukan sekadar turnamen bela diri biasa, melainkan panggung pembuktian kapasitas Sawahlunto dalam menyelenggarakan agenda berskala masif. Mengingat para peserta yang datang berasal dari luar daerah, sektor pelayanan, kenyamanan akomodasi, dan ketepatan jadwal pertandingan menjadi prioritas yang tidak boleh ditawar.
Senada dengan semangat tersebut, Ari Pramanto yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut memberikan penekanan khusus mengenai soliditas internal organisasi kepanitiaan. Menurutnya, sebuah gelaran besar hanya bisa berjalan mulus jika ada pembagian peran yang jelas dan komitmen yang kuat dari setiap individu yang terlibat. Ia mengingatkan kembali pentingnya fungsi kontrol dan eksekusi yang cepat di setiap bidang kerja agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab di hari pelaksanaan nanti.
"Kita harus memastikan tugas masing-masing panitia pelaksana berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati demi tercapainya kesuksesan pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan," ungkap Ari Pramanto mengingatkan jajaran panitia yang hadir.
Dengan sisa waktu yang semakin sempit, dinamika kerja panitia dipastikan akan semakin terpacu di kawasan Bengkel Utama Silo. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, jajaran legislatif, pengurus KONI, serta penggiat olahraga kempo setempat diharapkan mampu melahirkan sebuah kompetisi yang kompetitif sekaligus ramah pariwisata.
Seluruh mata penggiat Shorinji Kempo di Sumatera kini mulai tertuju pada Sawahlunto, menanti ketukan palu pertama pertanda dimulainya perebutan piala bergengsi di kota bersejarah ini. (ton)
Komentar