Padang, Sawahlunto, dan Ogan Komering Ulu Sabet Predikat Juara Umum Kejurnaswil Shorinji Kempo -->

Atas

Padang, Sawahlunto, dan Ogan Komering Ulu Sabet Predikat Juara Umum Kejurnaswil Shorinji Kempo

Sabtu, 27 Juni 2026
Sabet Juara Umum II: Kontingen tuan rumah Kota Sawahlunto berfoto bersama usai berjuang habis-habisan dalam gelaran Kejurnaswil Shorinji Kempo Se-Sumatera 2026. Tampil luar biasa di hadapan publik sendiri, mereka sukses mengamankan posisi kedua klasemen akhir dengan raihan total 23 medali. (foto/anton saputra)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - ​Gelaran bergengsi Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo Antar Kota Se-Sumatera yang memperebutkan Piala Ketua Umum Perkemi Sumatera Barat resmi berakhir dengan sukses. Kompetisi yang berlangsung ketat sejak tanggal 22 hingga 27 Juni 2026 di Kota Sawahlunto ini menempatkan Kota Padang sebagai penguasa tertinggi turnamen dengan predikat Juara Umum I. 


Sepanjang kompetisi, kontingen asal ibukota Provinsi Sumatera Barat tersebut tampil sangat mendominasi dengan mengemas total 34 medali, yang terdiri atas 14 medali emas, 14 medali perak, dan 6 medali perunggu.


​Posisi kedua klasemen akhir perolehan medali ditempati oleh sang tuan rumah, Kota Sawahlunto, yang juga menunjukkan performa luar biasa. Kontingen Sawahlunto berhasil mengamankan total 23 medali dengan rincian 9 medali emas, 9 medali perak, dan 5 medali perunggu. 


Sementara itu, peringkat Juara Umum III berhasil dibawa pulang oleh perwakilan dari Provinsi Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ulu, yang mengumpulkan 13 medali berkat torehan 5 emas, 5 perak, dan 3 perunggu. 


Di samping persaingan ketat di papan atas klasemen, apresiasi luar biasa juga patut disematkan kepada Kabupaten Sarolangun yang berhasil terpilih dan dinobatkan sebagai Kontingen Terbaik berkat soliditas, kedisiplinan, dan sportivitas tinggi yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen.


​Keberhasilan penyelenggaraan ini juga tidak lepas dari kepemimpinan yang adil di atas matras, di mana Dirhamsyah Yuanda terpilih sebagai Wasit Terbaik berkat ketegasan dan keputusannya yang dinilai sangat objektif dalam memimpin laga-laga krusial. 


Selain penghargaan bagi pengadil pertandingan, panggung Kejurnaswil kali ini juga menjadi saksi lahirnya bintang-bintang baru Shorinji Kempo Sumatera. Atlet putra Kota Sawahlunto, Akio Abipraya Vidi, sukses dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Putra setelah tampil memukau dengan teknik tingkat tinggi di setiap laga. 


Langkah gemilang Akio disusul oleh Naysila Khairani asal Kota Padang yang berhasil menyabet predikat Atlet Terbaik Putri berkat performa superior dan mental bertarung luar biasa yang ia tunjukkan sejak babak penyisihan hingga partai puncak.


Secara keseluruhan, kompetisi akbar yang ditutup secara resmi oleh Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumbar, Bagas Panyusunan Nasution, ini berjalan sukses dengan total mendistribusikan 51 medali emas, 51 medali perak, dan 75 medali perunggu kepada para kenshi terbaik se-Sumatera.


​Persaingan sengit terjadi di semua kelompok umur yang dipertandingkan, mulai dari Kelompok Pemula, Remaja, hingga Dewasa. Pada Kelompok Pemula, dominasi Kota Padang terlihat jelas lewat kemenangan kelas-kelas bergengsi seperti Embu Tandoku Putri Pemula Kyu II dan Kyu I melalui aksi Aqila Raihana, serta kemenangan tim Beregu Putri Pemula dan Pasangan Campuran Pemula. 


Meski begitu, tuan rumah Sawahlunto sempat memberikan perlawanan sengit di nomor putra melalui performa Aditya Badrika Marcos yang meraih emas di nomor Embu Tandoku Putra Pemula Kyu II dan Kyu I, serta nomor Beregu Campuran Pemula yang disapu bersih oleh kuartet atlet Sawahlunto.


​Memasuki Kelompok Remaja, persaingan menjadi jauh lebih merata. Pertarungan di kategori Randori (tarung) memperlihatkan sebaran kekuatan dari berbagai provinsi di Sumatera. Atlet dari Kabupaten Solok, M. Habib Muttaqin, sukses merebut emas di kelas Randori Putra Remaja Kelas 45 Kg, sementara perwakilan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Yoditra Zian Orlando, bersinar di Kelas 50 Kg. 


Sektor putri remaja juga menyajikan duel-duel sengit, di mana Zalfa Putri Alexsa dari Kota Bukittinggi mengamankan medali emas di Kelas 42 Kg, disusul kemenangan Launa Sintia Bella dari Kabupaten Pesisir Selatan di Kelas 45 Kg, serta Filia Raisha Sayidatina dari Kota Batam di Kelas 54 Kg.


​Pada Kelompok Dewasa yang menjadi puncak gengsi turnamen, atlet-atlet senior dari berbagai daerah saling berhadapan demi mengharumkan nama kota mereka. Kota Padang kembali mendominasi sektor Randori Dewasa melalui medali emas yang disumbangkan oleh Firman Daka Candra Malay di nomor putra Kelas 45 Kg, M. Saddam Difani di Kelas 50 Kg, serta Yessa Tika Pratiwi di sektor putri Kelas 50 Kg. 


Di sisi lain, tuan rumah Sawahlunto berhasil membalas lewat keunggulan di kelas-kelas berat melalui medali emas dari Andi Saputra pada Kelas 60 Kg, M Fauzan pada Kelas 65 Kg, dan Ardi Kurniawan di Kelas 70 Kg. 


Persaingan di luar wilayah Sumatera Barat juga tak kalah tajam, di mana Kabupaten Simeulue asal Aceh sukses mencuri perhatian lewat performa gemilang Ogi Saputra yang meraih emas di kelas Randori Putra Dewasa Kelas 55 Kg dan Syifa Atala di kelas Randori Putri Dewasa Kelas 65 Kg.


​Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi), Sensei Yanuarizal, secara resmi mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan kejuaraan kempo yang berlangsung dengan aman, lancar, dan semarak. 


Dalam sambutannya, Sensei Yanuarizal menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan yang mendalam kepada seluruh jajaran pengurus, panitia pelaksana, para sensei, senpai, serta wasit yang telah menjaga jalannya pertandingan agar tetap kondusif. Ia memberikan apresiasi khusus kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan bekerja sama dengan sangat baik tanpa mengeluh demi kesuksesan acara tersebut.


​Melalui keberhasilan ini, PB Perkemi berharap turnamen serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya secara bergilir di berbagai daerah. Selain itu, muncul pula wacana atau tantangan mengenai penerapan sistem "Triple Con", di mana piala bergilir akan menjadi hak paten bagi daerah yang berhasil meraih juara sebanyak tiga kali berturut-turut. 


Lebih lanjut, Sensei Yanuarizal menekankan bahwa hasil dari pertandingan ini harus menjadi modal berharga bagi para Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkemi dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik mereka menuju babak kualifikasi atau Pra-PON yang direncanakan bakal digelar di Kota Padang.


​"Para Pengprov kini tinggal melanjutkan prestasi yang sudah ada saat ini, serta menambah jam terbang para atlet melalui kejuaraan-kejuaraan sejenis di kota-kota lain sebelum menghadapi Pra-PON," ujar Sensei Yanuarizal.


​PB Perkemi menargetkan bahwa kombinasi hasil dari kejuaraan ini dan ajang Pra-PON nantinya akan menjadi acuan utama dalam membentuk dan memutuskan komposisi tim nasional Indonesia. Harapannya, talenta-talenta terbaik yang tersaring dapat diandalkan untuk membawa nama baik Indonesia dalam kejuaraan kempo tingkat dunia di masa depan.


​Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumatra Barat yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, Bagas Panyusunan Nasution, secara resmi menutup gelaran akbar ini. Dalam sambutan penutupnya, Bagas yang merupakan putra asli Sawahlunto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kenshi yang telah bertanding serta memuji semangat juang dan sportivitas tinggi yang ditunjukkan oleh para atlet di arena pertandingan.


​"Kejuaraan ini kita selenggarakan dengan tujuan yang mulia. Pertama, sebagai ajang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet Shorinji Kempo se-Sumatra. Kedua, sebagai media mempererat tali persaudaraan antar-kenshi yang berlandaskan nilai Riki Ai Funi dan Ken Zen Ichi Nyo. Serta ketiga, sebagai seleksi awal untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik Sumatra menuju Kejurnas dan event nasional lainnya," ujar Bagas.


​Bagas juga mengapresiasi totalitas para kenshi yang telah memberikan kemampuan terbaik mereka, di mana keringat, air mata, kemenangan, dan kekalahan menjadi bagian utuh dari proses penempaan mental seorang kenshi sejati. Kepada para peraih gelar juara umum serta juara satu, dua, dan tiga, Bagas mengucapkan selamat dan berpesan agar prestasi ini dijadikan pembuktian atas kerja keras serta bimbingan para pelatih untuk melangkah ke kancah yang lebih tinggi. 


Sementara bagi kenshi yang belum berhasil, ia memberikan motivasi agar tidak patah semangat dan menjadikan hasil hari ini sebagai cambuk untuk berlatih lebih keras.


​Pada kesempatan tersebut, Bagas turut menyampaikan terima kasih mendalam kepada PB Perkemi, Pemerintah Kota Sawahlunto, para sponsor, jajaran wasit dan juri, pelatih, orang tua atlet, serta seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan acara. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan teknis maupun pelayanan selama penyelenggaraan acara sebagai bahan evaluasi ke depan.


​"Akhirnya, dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil'alamin, pada hari ini saya selaku Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumatra Barat dengan resmi menutup Kejuaraan Nasional Wilayah Shorinji Kempo se-Sumatra Piala Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumatra Barat tahun 2026. Mari kita pulang dengan membawa semangat baru, semangat persaudaraan, dan semangat untuk terus memajukan Shorinji Kempo di bumi Sumatra," pungkas Bagas, yang kemudian menutup sambutannya dengan sebuah pantun hangat yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. (ton)