![]() |
| Bupati John Kenedy Azis, Ketua Yayasan Media Group Ali Sadikin dan rombongan bersama Kepsek, Majelis Guru SDN 05 Batang Anai, Rabu 3 Juni 2026 (foto.dok.ikp) |
Batang Anai - Suara tawa anak-anak yang dulu memenuhi ruang kelas SDN 05 Batang Anai sempat lenyap ditelan banjir dan longsor yang menerjang Padang Pariaman pada penghujung 2025.
Dinding sekolah rusak, fasilitas belajar porak-poranda. Dan, mimpi ratusan siswa seolah ikut terkubur bersama lumpur yang menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Batang Anai.
Namun kini, setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian. Harapan itu perlahan menemukan jalannya untuk kembali menyala.
Kabar yang dinanti akhirnya datang. SDN 05 Batang Anai dipastikan akan dibangun kembali melalui bantuan Yayasan Media Group.
Kepastian itu mengemuka saat Ketua Yayasan Media Group, Ali Sadikin, bersama rombongan meninjau langsung lokasi sekolah, Rabu (3/6/2026).
Di tengah bangunan yang masih menyimpan jejak bencana, kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa anak-anak Batang Anai tidak sedang berjuang sendirian.
Bagi para siswa, sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung. Di sanalah cita-cita dirajut. Masa depan dirancang, dan harapan keluarga sederhana dititipkan.
Ketika bangunan itu rusak diterjang bencana, yang hilang bukan hanya ruang kelas. Melainkan juga rasa aman, dan kenyamanan yang seharusnya menjadi hak setiap anak Indonesia.
Bupati John Kenedy Azis, menyambut langsung kedatangan rombongan Yayasan Media Group dengan rasa syukur yang mendalam.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi energi baru bagi daerah yang masih berjuang memulihkan diri pascabencana.
Ia menilai kepedulian yang ditunjukkan Yayasan Media Group merupakan bukti bahwa solidaritas kemanusiaan masih hidup. Dan, mampu menjangkau mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.
"Ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah. Ini adalah pembangunan harapan. Ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita," demikian pesan yang tergambar dari sambutan penuh apresiasi yang disampaikan Bupati.
Ia menyatakan bahwa setiap batu bata yang nantinya tersusun kembali, akan menjadi saksi bahwa pendidikan tetap harus berdiri tegak meski pernah dihantam bencana.
Sementara itu, Ali Sadikin menjelaskan bahwa pembangunan SDN 05 Batang Anai merupakan hasil gotong royong para donatur yang percaya bahwa pendidikan tidak boleh terhenti oleh keadaan apa pun.
Setelah melalui berbagai proses kajian, sekolah ini dipilih karena dampak kerusakan yang dialami serta pentingnya keberadaan sekolah tersebut bagi masyarakat sekitar.
Ia menegaskan bahwa anak-anak korban bencana berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, gedung sekolah baru akan berdiri dan siap digunakan pada Januari 2027.
Ia memprediksi bahwa saat hari itu tiba, yang kembali hadir bukan hanya bangunan yang lebih kokoh. Melainkan juga senyum anak-anak yang sempat kehilangan tempat belajar mereka.
Dari tanah yang pernah dilanda banjir dan longsor, SDN 05 Batang Anai akan menjadi simbol kebangkitan. Sebuah pesan kuat bahwa bencana mungkin mampu merobohkan bangunan. Tetapi tidak akan pernah mampu meruntuhkan mimpi, dan masa depan generasi penerus Padang Pariaman.(saco).
Komentar