Sawahlunto dan Padang Mendominasi Kejurnaswil Shorinji Kempo Sumatera 2026 -->

Atas

Sawahlunto dan Padang Mendominasi Kejurnaswil Shorinji Kempo Sumatera 2026

Kamis, 25 Juni 2026
Penyerahan medali emas dan sertifikat pemenang oleh Ketua Umum Perkemi Sumatera Barat Bagas Panyusunan Nasution kepada pasangan kenshi Alfiansyah dan Syifa Salsabila pada nomor Embu Pasangan Campuran Dewasa Dan I/II di Bengkel Utama Silo, Sawahlunto. (foto/anton saputra)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Persaingan sengit dan unjuk ketangkasan tingkat tinggi mewarnai jalannya kompetisi hari ini. Bertempat di Bengkel Utama Silo, rangkaian pertandingan prestisius Kejuaraan Kejurnaswil Shorinji Kempo Antar Kota se-Sumatera memperebutkan Piala Ketua Umum Perkemi Sumatera Barat resmi digelar pada Kamis, 25 Juni 2026. 


Sejak pagi hingga petang, ratusan kenshi dari berbagai kabupaten dan kota di Pulau Sumatera menumpahkan seluruh kemampuan terbaik mereka di atas matras demi mengharumkan nama daerah masing-masing dalam 13 nomor pertandingan kategori Embu yang kompetitif.


​Dominasi kekuatan di wilayah Sumatra terlihat jelas melalui persaingan ketat antara kontingen Kota Sawahlunto dan Kota Padang yang saling sikut di papan atas perolehan medali. 


Kota Padang membuka keran emas mereka lewat penampilan gemilang Aqila Raihana di nomor Embu Tandoku Putri Pemula Kyu II dan Kyu I, yang sukses mengantongi nilai tertinggi 263.5. Ia berhasil mengungguli rival terdekatnya, Aisyah Aqillah dari Kota Sawahlunto yang harus puas dengan medali perak setelah meraih nilai 262.0, disusul kenshi Kota Jambi, Shakila Ainaya Azzahra, yang mengamankan perunggu dengan nilai 259.0.


​Namun, Kota Sawahlunto langsung membalas dengan performa luar biasa pada nomor-nomor bergengsi berikutnya. Pada kategori Embu Pasangan Putra Dewasa Dan I/II, duet maut Alfiansyah dan Aprinaldo Putra dari Sawahlunto tampil nyaris tanpa cela dan berhak atas medali emas dengan total nilai 267. Mereka memaksa pasangan Kota Padang, M. Saddam Difani dan Abdul Hadi, menerima medali perak dengan nilai 262, sementara medali perunggu jatuh ke tangan utusan Kota Jambi, M. A. L. Adam Pangestu Bone dan Aqsa Rapinda, dengan nilai 258.


​Persaingan beralih ke sektor putri dewasa, di mana giliran Kota Bukittinggi yang mencuri panggung. Melalui keserasian gerakan yang solid, pasangan Intan Sari Humairah dan Nurul Choirunnisa sukses menyabet emas di nomor Embu Pasangan Putri Dewasa Dan I/II dengan nilai 265.5. Posisi kedua ditempati oleh wakil Provinsi Aceh, yakni Syifa Ataia dan Anna Fiza Hayati dari Kabupaten Simeulue yang meraih perak dengan nilai 262.75, unggul tipis dari pasangan Kota Padang, Yessa Tika Pratiwi dan Allya Mardilla Putri, yang mengamankan perunggu dengan nilai 262.25.


​Sawahlunto kembali menunjukkan taringnya di kategori beregu. Pada nomor Embu Beregu Campuran Pemula, kuartet Akio Abipraya Vidi, Adit Febriansyah, Aisyah Aqillah, dan Inaya Putri Yuliska membawa pulang emas ke Sawahlunto setelah mengumpulkan nilai 263.5. Mereka kembali meredam ambisi Kota Padang yang diperkuat Azka Pradana Putra dan kawan-kawan yang meraih perak dengan nilai 261.0. Sementara itu, posisi ketiga atau perunggu diraih oleh Kontingen Kota Prabumulih dengan nilai 258.0.


​Ketangguhan kenshi-kenshi dari luar Sumatra Barat juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Di nomor Embu Tandoku Putri Remaja Kyu II-I, Desnita Anggraini asal Kota Jambi sukses mengunci podium tertinggi dengan torehan nilai 264. Ia mengalahkan Siti Muzhaffarah Lucky dari Kota Padang yang meraih perak dengan nilai 262, serta Syarifah Aisyah dari Kota Batam yang membawa pulang perunggu setelah memenangi penilaian ketat dengan skor akhir 261/157.


​Kembali ke nomor pasangan pemula putra Kyu II dan Kyu I, dominasi Sawahlunto belum terbendung. Pasangan Akio Abipraya Vidi dan Zidane Lyfarsa mengamankan medali emas dengan nilai 264.5, lagi-lagi mengungguli wakil Kota Padang, Hafizh Pratama Berka dan Nizam Khairan Pratama, yang meraih perak dengan nilai 263.5. Medali perunggu di nomor ini diraih oleh pasangan Kota Dumai, Muhammad Ghibran Al Fatih dan Muhammad Raihan Abiyyu, dengan nilai 260.5.


​Pertarungan yang tak kalah mendebarkan terjadi pada nomor Embu Tandoku Putra Pemula Kyu II dan Kyu I. Aditya Badrika Marcos dari Sawahlunto terlibat persaingan angka yang sangat ketat dengan Muhammad Ghibran Al Fatih dari Kota Dumai setelah keduanya meraih nilai utama yang sama, yaitu 263. Berdasarkan penilaian juri yang lebih mendalam, Aditya akhirnya berhak atas medali emas dengan nilai penentu 159, sedangkan Ghibran harus rela di posisi perak dengan nilai penentu 158. Medali perunggu nomor ini dibawa pulang oleh Muhammad Khalid Akhtar dari Kota Jambi dengan nilai 261.


​Kejutan manis datang dari Sumatra Selatan pada nomor Embu Pasangan Putri Remaja Kyu II/I. Pasangan Melisa Herliana dan Masayu Siti Nurhalika dari Kabupaten Ogan Komering Ulu tampil memukau dan berhasil merebut medali emas dengan total nilai 266. Mereka mengungguli Siti Muzhaffarah Lucky dan Qyhan Ramadhara Befindo dari Kota Padang yang meraih perak dengan nilai 261, serta pasangan Kabupaten Solok, Naifah Quds Burairah dan Alfaira Luthfiah, yang mengamankan perunggu dengan nilai 259.


​Meski demikian, Sawahlunto kembali menegaskan dominasi mereka di nomor Embu Beregu Putra Pemula. Kuartet Aditya Badrika Marcos, Akio Abipraya Vidi, Zidane Lyfarsa, dan Adit Febriansyah tampil kompak untuk merebut emas dengan nilai 264.0. Kota Padang lagi-lagi harus puas dengan medali perak setelah meraih nilai 262.5, disusul Kabupaten Ogan Komering Ulu di tempat ketiga yang berhak atas perunggu dengan nilai 262.0.


​Ketangguhan kontingen Sawahlunto semakin lengkap saat Alfiansyah yang berpasangan dengan Syifa Salsabila berhasil memenangi nomor Embu Pasangan Campuran Dewasa Dan I/II dengan raihan nilai 265. Medali perak di nomor ini kembali menjadi milik Kota Padang melalui pasangan M. Saddam Difani dan Allya Mardilla Putri dengan nilai 263, sedangkan medali perunggu diraih oleh Maulana Azri Danang Anjaga dan Yurike Amelia Putri dari Kabupaten Aceh Tengah dengan nilai 262.


​Pada nomor Embu Tandoku Putra Pemula Kyu IV dan Kyu III, kejayaan berpihak kepada Kabupaten Ogan Komering Ulu melalui penampilan ciamik Azel Alfaridzi yang mengunci medali emas dengan nilai akhir 263. Ia mengungguli Yukio Arsenio dari Kota Solok yang meraih perak dengan nilai 261, dan Muhammad Ridho Eka Putra dari Kota Batam yang menempati posisi ketiga dengan nilai 260.


​Menjelang akhir rangkaian pertandingan, Kota Padang akhirnya sukses membalas dan menambah pundi-pundi emas mereka. Di nomor Embu Pasangan Putra Remaja Kyu II/I, duet Fadil Putra Anggara dan Yuda Fajar Adha tampil perkasa dengan mencatatkan nilai tertinggi 267 untuk mengamankan medali emas. Mereka mengalahkan pasangan Yoditra Zian Orlando dan M. Alfi Zadil dari Kabupaten Ogan Komering Ulu yang berhak atas perak dengan nilai 266, serta pasangan Kota Bukittinggi, Adam Yadi Akbar dan M. Naufal Defrino, di posisi perunggu dengan nilai 264.


​Kota Padang menutup hari pertandingan yang melelahkan namun membanggakan ini dengan manis di nomor Embu Pasangan Putri Pemula Kyu II dan Kyu I. Duet Aqila Raihana dan Naysila Khairani sukses mempersembahkan medali emas terakhir untuk Kota Padang dengan total nilai 264.0. Mereka berhasil membalikkan keadaan atas rival berat mereka, Aisyah Aqillah dan Inaya Putri Yuliska dari Kota Sawahlunto, yang kali ini harus puas dengan medali perak setelah mengumpulkan nilai 261.5. Sementara itu, medali perunggu nomor ini diamankan oleh pasangan Meilani Tri Kirana dan Ghina Salsabila dari Kontingen Kota Prabumulih dengan nilai akhir 259.5.


​Secara keseluruhan, gelaran hari ini di Bengkel Utama Silo telah memperlihatkan tingginya mutu pembinaan olahraga Shorinji Kempo di seantero Sumatra, sekaligus menjanjikan persaingan yang semakin ketat untuk memperebutkan Piala Ketua Umum Perkemi Sumatera Barat pada hari-hari berikutnya.


Dari total 13 nomor kategori Embu yang dipertandingkan, kekuatan-kekuatan regional dari berbagai provinsi di Sumatra saling unjuk gigi. Berikut pencapaian perolehan medali yang berhasil dibukukan oleh masing-masing kabupaten dan kota peserta:


Kota Sawahlunto

​Bertindak sebagai salah satu kekuatan utama, Kontingen Kota Sawahlunto tampil sangat perkasa dengan keluar sebagai pengumpul medali emas terbanyak. Sawahlunto sukses mengamankan total 6 medali emas dan 3 medali perak. Keberhasilan ini didominasi oleh ketangguhan kategori beregu dan pasangan, termasuk kemenangan ganda dari kenshi andalan mereka, Alfiansyah, yang mendulang emas di nomor pasangan putra dewasa maupun pasangan campuran dewasa.


Kota Padang

​Kota Padang menasbihkan diri sebagai kontingen yang paling sering berdiri di atas podium dengan total raihan 13 medali, yang terdiri dari 3 medali emas, 8 medali perak, dan 2 medali perunggu. Meskipun sering kali harus puas di posisi kedua setelah terlibat persaingan sengit dengan Sawahlunto, konsistensi para kenshi Kota Padang di hampir seluruh nomor pertandingan membuktikan meratanya kualitas pembinaan di ibu kota Sumatra Barat ini.


Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)

​Mewakili Sumatra Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu tampil mengejutkan dan berhasil menyodok ke papan atas dengan membawa pulang 2 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu. Emas berharga bagi OKU ini masing-masing dipersembahkan oleh keserasian gerakan pasangan putri remaja Melisa Herliana dan Masayu Siti Nurhalika, serta ketangkasan individu Azel Alfaridzi di kelas pemula.


Kota Jambi

​Kontingen Kota Jambi menunjukkan performa yang sangat solid dengan mengoleksi total 4 medali. Jambi sukses membawa pulang 1 medali emas yang diraih lewat aksi memukau Desnita Anggraini di nomor Tandoku Putri Remaja. Raihan emas tersebut semakin lengkap dengan tambahan 3 medali perunggu yang diraih dari berbagai nomor pemula dan dewasa.


Kota Bukittinggi

​Kota Bukittinggi berhasil mengamankan posisi di daftar peraih emas berkat penampilan gemilang Intan Sari Humairah dan Nurul Choirunnisa di kelas Pasangan Putri Dewasa. Selain mengantongi 1 medali emas dari nomor tersebut, Bukittinggi juga sukses menambah koleksi mereka dengan raihan 1 medali perunggu dari sektor pasangan putra remaja.


Kota Dumai

​Utusan dari Provinsi Riau, Kota Dumai, mencatatkan prestasi yang cukup membanggakan dengan membawa pulang 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Kenshi-kenshi muda Dumai terbukti mampu memberikan perlawanan sengit, terutama di kelas pemula putra, di mana mereka sukses mengganggu dominasi kontingen asal Sumatra Barat.


Kabupaten Simeulue dan Kota Solok

​Kabupaten Simeulue yang jauh-jauh datang dari Provinsi Aceh berhasil mengukir prestasi manis dengan membawa pulang 1 medali perak lewat nomor Pasangan Putri Dewasa. Catatan yang sama juga ditorehkan oleh Kota Solok yang sukses mengamankan 1 medali perak melalui penampilan apik Yukio Arsenio di kelas Tandoku Putra Pemula.


Kota Prabumulih dan Kota Batam

​Dua kota industri ini menunjukkan ketangguhan mereka dengan berhasil menembus posisi tiga besar di beberapa nomor kompetitif. Baik Kontingen Kota Prabumulih maupun Kota Batam, masing-masing sukses membawa pulang 2 medali perunggu, yang menjadi bukti bahwa materi atlet mereka mampu bersaing di level wilayah Sumatra.


Kabupaten Solok dan Kabupaten Aceh Tengah

​Menutup daftar perolehan medali, Kabupaten Solok dan Kabupaten Aceh Tengah masing-masing berhasil mengamankan 1 medali perunggu. Kabupaten Solok meraihnya melalui kategori pasangan putri remaja, sedangkan Kabupaten Aceh Tengah membawa pulang medali dari nomor pasangan campuran dewasa, memastikan pulang tidak dengan tangan hampa. (ton)