Sawahlunto, fajarsumbar.com – Persiapan matang terus dipacu oleh Pemerintah Kota Sawahlunto, DPRD, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) demi membawa nama harum daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026 mendatang. Bentuk keseriusan tersebut diwujudkan melalui rapat kerja intensif yang digelar oleh Komisi I DPRD Kota Sawahlunto bersama pihak eksekutif dan KONI di ruang rapat DPRD setempat pada Senin, 27 Juli 2026.
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Sawahlunto, Ronny Eka Putra, dengan didampingi oleh Ketua DPRD Susi Haryati serta Wakil Ketua II DPRD Elfia Rita Dewi. Sejumlah anggota DPRD turut hadir memberikan bobot gagasan, di antaranya Jhoni Warta, Ronald Kardinal, Masril, Benny Ricardo Rizal, Nurilman, dan Revanda Utami Vininta. Dari jajaran eksekutif, hadir Asisten III Pemko Sawahlunto Jon Hendri, Kepala BPKAD Dedi Ardona beserta Sekretaris Dodi Febrizal, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Meldi Hidayah Marta.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, memaparkan secara gamblang kondisi riil anggaran hibah KONI menjelang perhelatan akbar olahraga tingkat provinsi tersebut. Ia mengusulkan adanya penambahan anggaran yang dialokasikan khusus untuk reward atau bonus bagi para atlet peraih medali. Di sisi lain, sebagai langkah efisiensi yang terukur, KONI menetapkan skema efisiensi jumlah kontingen yang akan diturunkan, yakni sebanyak 230 atlet, 65 pelatih serta 70 panitia yang tersebar di 12 kabupaten kota selaku tuan rumah.
Jhon Reflita menjelaskan bahwa penyusunan kekuatan kontingen ini bukanlah hasil keputusan spontan, melainkan buah dari proses panjang dan terstruktur yang telah berjalan sejak awal tahun.
"Seluruh proses telah dilakukan secara bertahap dan terukur sejak Januari 2026, mulai dari pemantauan, seleksi, tes kemampuan fisik, monitoring dan evaluasi cabang olahraga, hingga penetapan. Kami ingin memastikan bahwa atlet yang berangkat benar-benar memiliki kesiapan untuk bersaing dan meraih prestasi bagi Kota Sawahlunto," ujar Jhon Reflita di hadapan para wakil rakyat.
Merespons paparan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Sawahlunto, Ronny Eka Putra, memberikan penegasan bahwa urusan pembinaan dan perjuangan olahraga harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen pemerintahan. Menurutnya, aspek pendanaan tidak boleh menjadi batu sandungan bagi semangat para pegiat olahraga yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran selama bertahun-tahun.
"Kita tidak ingin KONI Sawahlunto kekurangan anggaran dalam menghadapi Porprov mendatang. Atlet-atlet kita telah berlatih dan berjuang dengan sungguh-sungguh. Dukungan yang maksimal harus diberikan agar mereka dapat tampil optimal dan membawa prestasi untuk daerah," tegas Ronny secara lugas.
Dukungan serupa mengalir deras dari pimpinan legislatif. Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Susi Haryati, menyampaikan bahwa pada prinsipnya DPRD siap mengawal dan mendukung penuh keberangkatan para atlet potensial yang membawa bendera Kota Sawahlunto. Ia menyoroti bahwa esensi olahraga melampaui sekadar perburuan medali, melainkan tentang menjaga martabat, kebanggaan daerah, serta menyalakan semangat kompetisi yang sehat di kalangan generasi muda.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Sawahlunto, Elfia Rita Dewi, memberikan catatan kritis mengenai pentingnya aspek selektivitas dan keberpihakan pada bakat-bakat lokal. Ia menekankan agar kontingen Kota Arang didominasi oleh putra-putri daerah yang dibina dari akar rumput.
"Kami berharap atlet yang diberangkatkan adalah atlet-atlet terbaik dan potensial. Yang tidak kalah penting, putra-putri daerah harus menjadi prioritas karena mereka adalah aset olahraga Sawahlunto yang harus terus dibina dan diberikan kesempatan untuk berprestasi," tutur Dewi menekankan pentingnya kaderisasi atlet lokal.
Rapat kerja yang berlangsung dinamis dan penuh semangat konstruktif tersebut menjadi simpul penguat sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota, dan KONI. Pembahasan tidak hanya berfokus pada agenda jangka pendek Porprov XVI Sumbar 2026, tetapi juga menyentuh skema pembinaan terstruktur jangka panjang.
Guna menjaga kesinambungan prestasi atlet di Kota Warisan Dunia ini, keberadaan event olahraga lokal seperti Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang disokong anggaran di tingkat kecamatan dinilai sebagai fondasi utama dalam mengasah mental dan kemampuan bertanding para atlet sejak dini.
Dengan konsolidasi yang solid ini, seluruh pemangku kepentingan optimistis Kota Sawahlunto mampu mengukir tinta emas pada Porprov Sumbar mendatang. (ton)

Komentar

