KONI Sawahlunto Coret Atlet Tak Sesuai Undangan, Tes VO2 Max Tahap III Jadi Pembuktian -->

Atas

KONI Sawahlunto Coret Atlet Tak Sesuai Undangan, Tes VO2 Max Tahap III Jadi Pembuktian

Kamis, 30 Juli 2026
MATANGKAN PERSIAPAN: Jajaran pengurus dan Tim Teknis KONI Kota Sawahlunto menggelar rapat persiapan pelaksanaan tes fisik VO2 Max Tahap III untuk atlet Porprov XVI Sumbar di Sekretariat KONI Sawahlunto, Kamis (30/7/2026). (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto bergerak cepat dalam menyusun langkah strategis demi menyaring atlet-atlet terbaik yang akan membawa nama daerah di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. Mengingat perhelatan olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut bakal berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026 mendatang, KONI Sawahlunto bersama Tim Teknis menggelar rapat krusial untuk merumuskan tahap penentuan atlet.  


​Rapat yang dipimpin oleh jajaran pimpinan KONI serta Tim Teknis ini diselenggarakan di Sekretariat KONI Kota Sawahlunto, Kamis sore, 30 Juli 2026.Pertemuan ini berfokus pada pembahasan teknis pelaksanaan pretest fisik atlet atau tes VO2 Max Tahap III, yang merupakan rangkaian lanjutan setelah berakhimya kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) tahap III yang telah dirampungkan sebelumnya.  


​Hasil dari monev tahap III tersebut menjadi pijakan utama untuk melangkah ke tahap rapat pleno yang dijadwalkan pada 3 Agustus 2026 mendatang. Rapat pleno inilah yang nantinya menentukan daftar nama atlet secara spesifik (by name) yang berhak dipanggil dan diprioritaskan untuk mengikuti tes VO2 Max Tahap III.  


​Pelaksanaan tes fisik VO2 Max Tahap III disepakati akan digelar selama dua hari, yaitu pada 8 hingga 9 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Ombilin Kota Sawahlunto mulai pukul 07.00 WIB. Rangkaian pengujian dirancang secara komprehensif, di mana hari pertama berfokus pada empat indikator tes fisik mencakup kecepatan, kekuatan, kelincahan, dan daya ledak (power). Sementara itu, pada hari kedua, para atlet diharuskan menjalani bleep test untuk mengukur daya tahan jantung dan paru-paru. Pembagian pelaksanaan tes juga disesuaikan berdasarkan kategori cabang olahraga (cabor) fisik dan non-fisik.  


​Ketegasan dan kedisiplinan menjadi kunci utama KONI Kota Sawahlunto dalam seleksi kali ini. Pengambilan tes disesuaikan dengan acuan standar nasional. KONI Sawahlunto menegaskan bahwa pemanggilan atlet wajib menyertakan surat resmi yang melampirkan nama-nama atlet yang benar-benar terpantau saat pelaksanaan monev. Apabila terdapat atlet yang hadir mengikuti VO2 Max Tahap III tidak sesuai dengan daftar di dalam surat undangan, maka atlet yang bersangkutan akan langsung dicoret, dipulangkan, dan dilarang keras berpartisipasi dalam tes fisik tersebut.  


​Langkah ketat ini diambil demi memastikan keterbukaan serta kualitas kontingen yang terpilih. Apabila atlet yang direkomendasikan oleh cabor terbukti lolos dalam seluruh tahapan tes VO2 Max, penentuan kuota akhir akan dipadukan dengan rekam jejak (track record) dari atlet yang bersangkutan. Adapun untuk kebutuhan tambahan pada tim beregu, keputusan akhir akan diserahkan kepada pimpinan.  


​KONI Kota Sawahlunto menegaskan kembali target kuota akhir atlet yang akan diberangkatkan mewakili kota ini. KONI Sawahlunto berfokus penuh menyaring atlet terbaik dengan menetapkan kuota akhir yang diproyeksikan sebanyak 230 orang. Apabila terdapat ketidaksesuaian atau ketidaksinkronan data dari hasil VO2 Max Tahap III nantinya, Tim Teknis akan kembali menggelar rapat evaluasi khusus untuk memastikan kontingen yang terbentuk benar-benar siap berjuang memperebutkan prestasi di Porprov XVI Sumbar 2026. (ton)