Lubukbasung – Upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat terus dilakukan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade. Salah satunya melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada pelajar yang membutuhkan.
Sebanyak 105 siswa SMKN 1 Palembayan, Kabupaten Agam, menerima bantuan PIP dengan total dana mencapai Rp182,7 juta. Bantuan tersebut diserahkan di lingkungan SMKN 1 Palembayan pada Senin (27/7/2026).
Penyerahan dilakukan oleh staf Andre Rosiade yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Nurhaida, kepada Kepala SMKN 1 Palembayan Ahmad Ridha Al Ansari, MPd. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Komite SMKN 1 Palembayan serta perantau Palembayan yang juga Ketua PKKP Kota Padang, Agusfinal.
Nurhaida menjelaskan, 105 penerima bantuan tersebut berasal dari sembilan nagari yang berada di Kecamatan Palembayan. Ia menyebut perjuangan Andre Rosiade dalam menyalurkan PIP tidak hanya menyasar Kabupaten Agam, tetapi juga berbagai daerah lain di Sumatera Barat.
“Jumlah penerima manfaat yang sudah mendapatkan bantuan hingga sekarang mencapai ribuan siswa dari berbagai tingkat pendidikan,” ujar Nurhaida.
Ia menambahkan, penyaluran PIP menjadi salah satu bentuk perhatian Partai Gerindra terhadap sektor pendidikan sekaligus upaya mendukung masa depan generasi muda, terutama di Sumatera Barat.
Menurutnya, meskipun Palembayan, Kabupaten Agam, termasuk daerah pemilihan (Dapil) II, sedangkan Andre Rosiade berasal dari Dapil I, masyarakat Agam tetap dapat memperoleh manfaat dari program tersebut.
Kepala SMKN 1 Palembayan Ahmad Ridha Al Ansari menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Andre Rosiade kepada para siswa. Ia menilai bantuan tersebut dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Bapak Andre Rosiade. Bantuan ini sangat berarti bagi siswa, baik untuk biaya sekolah maupun kebutuhan lainnya seperti sepatu dan buku pelajaran,” katanya.
Sementara itu, Andre Rosiade menegaskan bahwa pendidikan merupakan modal penting dalam mempersiapkan masa depan generasi muda. Karena itu, menurutnya, hambatan biaya tidak seharusnya membuat anak-anak berhenti atau kesulitan melanjutkan pendidikan.
“Kami ingin anak-anak Sumatera Barat tetap mendapatkan kesempatan belajar dan mengejar cita-cita. Jangan sampai masalah biaya menjadi alasan mereka terhambat dalam pendidikan,” ujar Andre.
Ia berharap bantuan PIP dapat mengurangi beban keluarga penerima sekaligus membantu siswa memenuhi berbagai kebutuhan sekolah, termasuk pembelian buku, perlengkapan belajar, serta kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.(des*)
Komentar