Banjir Sempat Lumpuhkan Kota Padang, Puluhan Kendaraan Mogok dan Kemacetan Mengular di Sejumlah Ruas Jalan -->

Iklan Atas

Banjir Sempat Lumpuhkan Kota Padang, Puluhan Kendaraan Mogok dan Kemacetan Mengular di Sejumlah Ruas Jalan

Selasa, 04 Agustus 2026
Mini bus terjembak banjir di Kota Padang, Senin (3/8/2026). (dok.kompas.com)


Padang, fajarsumbar.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) siang menyebabkan banjir meluas di berbagai kawasan. Genangan air tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas. Puluhan kendaraan, terutama sepeda motor, dilaporkan mogok setelah nekat menerobos banjir.


Salah satu titik yang mengalami dampak cukup parah berada. Ada beberapa titik terparah dihantam banjir, seperti Aia Pacah, Lubuk Minturun Kuranji, Lubuk Buaya dan puluhan lokasi lainnya. Air merendam dari setinggi lutut sampai sampai sepinggang orang dewasa, sehingga banyak sepeda motor mati di tengah jalan. Warga sekitar terlihat bergotong royong membantu pengendara mendorong kendaraan mereka menuju lokasi yang lebih aman.


Kondisi serupa terjadi di Jalan Gunung Sarik. Genangan setinggi 50 hingga 90 sentimeter membuat akses menuju Jalan Raya Bypass nyaris terputus. Banyak pengendara memilih memutar arah karena khawatir kendaraannya mogok akibat tingginya debit air.


Kemacetan panjang juga tidak terhindarkan di sejumlah ruas jalan utama. Di kawasan Jalan Khatib Sulaiman hingga Simpang DPRD Sumatera Barat, antrean kendaraan mengular karena arus lalu lintas melambat akibat genangan yang menutupi badan jalan. Meski ketinggian air tidak terlalu dalam, kondisi tersebut cukup menghambat mobilitas masyarakat pada jam sibuk.


Selain kawasan tersebut, banjir juga dilaporkan terjadi di Jalan Bypass KM 15 Aia Pacah, Kecamatan Nanggalo, Pauh, hingga Bungus Teluk Kabung. Air masuk ke lingkungan permukiman dan menggenangi sejumlah fasilitas umum sehingga aktivitas warga terganggu.


Berdasarkan informasi di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama beberapa jam menjadi penyebab utama meluasnya banjir. Namun, warga juga menilai sistem drainase yang belum optimal dan banyak saluran air yang tersumbat membuat genangan sulit surut meski hujan mulai reda.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan. Sejumlah warga yang rumahnya terendam dievakuasi menggunakan perahu karet, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang berada di lokasi dengan arus cukup deras.


Hingga Senin malam, petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik banjir. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Warga yang berada di kawasan rawan banjir diminta mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi apabila ketinggian air terus meningkat demi menghindari risiko yang lebih besar.(Ab)