Bencana Kepung Padang Pariaman Kerugian Tembus Sekitar Rp6,5 Miliar -->

Iklan Atas

Bencana Kepung Padang Pariaman Kerugian Tembus Sekitar Rp6,5 Miliar

Rabu, 05 Agustus 2026
Akses jalan di pendakian dama Nagari Kudu Gantiang, V Koto Timur sangat mengkhawatirkan, Rabu 5 Agustus 2026 (foto.dok.ikp) 


Padang Pariaman - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman sejak awal pekan meninggalkan jejak kerusakan di berbagai wilayah. Longsor, jalan ambles, hingga pohon tumbang memutus akses transportasi masyarakat dan mengganggu aktivitas ekonomi.


Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar, meliputi kerusakan infrastruktur jalan, drainase, fasilitas umum, serta dampak terhadap aktivitas masyarakat. Nilai tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses asesmen di lapangan.


Di tengah kondisi tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara memilih turun langsung ke lokasi bencana melalui program Putar Roda (Jemput Aspirasi untuk Mendorong Pembangunan Daerah), Rabu (5/8/2026). 


Mengendarai sepeda motor, keduanya menyusuri enam titik terdampak yang sulit dijangkau kendaraan roda empat untuk memastikan kondisi riil sekaligus mempercepat langkah penanganan.


Peninjauan melibatkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas PUPR, BPBD, Dinas Kominfo, Satpol PP Damkar, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga camat dan perangkat teknis lainnya.


Kehadiran lintas instansi itu bertujuan agar keputusan penanganan dapat diambil langsung di lapangan, mulai dari pembukaan akses jalan, pembangunan jalur alternatif, penanganan pohon tumbang, hingga penyaluran bantuan bagi warga terdampak.


Salah satu titik yang menjadi perhatian utama berada di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan. Di lokasi tersebut, badan jalan ambles sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter sehingga jalur transportasi terputus total.


Melihat kondisi itu, John Kenedy Azis langsung menginstruksikan Dinas PUPR membuka jalan darurat melalui trase baru agar mobilitas masyarakat segera kembali normal, sembari menyiapkan pembangunan permanen yang diprioritaskan dalam program infrastruktur daerah.


Kerusakan serupa juga ditemukan di beberapa titik lain, termasuk ruas jalan di Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur. Untuk sementara, arus kendaraan dialihkan melalui jalan lingkar yang melewati Kantor Camat V Koto Timur.


Pemerintah memastikan perbaikan permanen akan dipercepat melalui dukungan anggaran yang telah disiapkan, sementara jalur darurat terus dioptimalkan agar roda perekonomian masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.


Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperkuat koordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Di sisi lain, distribusi bantuan logistik berupa terpal, selimut, kasur, dan family kit terus dilakukan. Pemerintah juga mengakui keterbatasan alat berat masih menjadi tantangan dalam mempercepat pembersihan material longsor sehingga dukungan peralatan tambahan terus diupayakan.


Bupati John Kenedy Azis mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.


Warga yang bermukim di kawasan lereng perbukitan maupun sepanjang aliran sungai diminta mengurangi aktivitas berisiko dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.


"Pemerintah akan terus berupaya agar seluruh dampak bencana dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, disertai percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi," tegasnya.(saco).