Bupati Padang Pariaman Tantang Pejabat: Jangan Cuma Duduk di Kursi -->

Iklan Atas

Bupati Padang Pariaman Tantang Pejabat: Jangan Cuma Duduk di Kursi

Kamis, 20 Agustus 2026
Zahirman sebagai Kepala Dinas Perhubungan yang baru menandatangani berita acara usai disaksikan Bupati John Kenedy Azis, Rabu 19 Agustus 2026

Parik Malintang - Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis melontarkan peringatan keras kepada jajaran birokrasi. Jabatan bukan tempat untuk sekadar duduk dan menikmati kewenangan. Jabatan adalah amanah yang harus dibayar dengan kinerja, integritas, dan hasil yang bisa dirasakan masyarakat.


Pesan itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pimpinan Tinggi Pratama, kepala sekolah, dan pejabat fungsional di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (19/8/2026).


Sebanyak 41 pejabat resmi dilantik, terdiri dari lima Pimpinan Tinggi Pratama, 26 kepala SD, enam kepala SMP, satu kepala TK, serta tiga pejabat fungsional.


Lima pejabat eselon tinggi yang dilantik adalah Zahirman sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Khairul Nizam sebagai Kepala Dinas Dukcapil, Indra Utama sebagai Kepala BKPSDM, Alfian sebagai Kepala Dinas Perikanan, dan Maizar sebagai Staf Ahli Bupati.


Di hadapan pejabat yang baru dilantik, John Kenedy Azis menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan birokrasi yang sibuk dengan aktivitas administratif tetapi miskin hasil.


Ia meminta setiap kepala perangkat daerah menerjemahkan visi dan misi kepala daerah menjadi program konkret dengan target jelas, terukur, cepat, responsif, dan berorientasi hasil. 


“Masyarakat tidak membutuhkan birokrasi yang hanya sibuk dengan aktivitas, tetapi membutuhkan hasil dan perubahan yang nyata,” tegasnya.


Nada serupa diarahkan kepada para kepala sekolah. Bupati meminta mereka tidak terjebak pada rutinitas administrasi dan hanya menjadi pengelola gedung sekolah.


"Kepala sekolah harus hadir di tengah guru, siswa, orang tua, dan masyarakat untuk melihat langsung persoalan serta mencari jalan keluarnya" tegas Bupati.


Sekolah, menurutnya, bukan hanya mesin pencetak nilai akademik, tetapi tempat membentuk karakter, akhlak, disiplin, sopan santun, gotong royong, dan kepedulian sosial.


“Kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang hadir. Hadir untuk guru, hadir untuk siswa, hadir untuk orang tua dan hadir untuk masyarakat. Jangan hanya berada di belakang meja,” ujar John Kenedy Azis.


Ia juga meminta sekolah membangun lingkungan pendidikan yang disiplin, inovatif, ramah anak, bebas kekerasan dan perundungan, serta konsisten meningkatkan mutu pendidikan.


“Kepada kepala sekolah, saya titipkan anak-anak Padang Pariaman. Didik mereka dengan ilmu dan keteladanan,” katanya.


Sementara kepada pejabat fungsional, Bupati John Kenedy Azis meminta kompetensi dan profesionalitas terus diasah sesuai bidang masing-masing.


"Seluruh aparatur diminta memegang tiga prinsip utama. Integritas, profesionalitas, dan loyalitas kepada kepentingan masyarakat serta daerah" harapnya.


Menurut dia, bahwa kolaborasi antar-OPD juga menjadi harga mati karena persoalan masyarakat tidak pernah mengenal batas-batas kewenangan birokrasi. “Kita harus bergerak sebagai satu kesatuan, satu tim, dengan tujuan yang sama,” tegasnya.


John Kenedy Azis juga membuka pertarungan baru di tubuh birokrasi Padang Pariaman. Enam jabatan pimpinan tinggi pratama disebut segera diproses untuk diisi.


Jabatan Inspektur akan ditempuh melalui mekanisme job fit, sedangkan lima lainnya melalui seleksi terbuka pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Disdagnaker Kop UKM, Dinas Sosial P3A, Dinas Kominfo, dan Asisten Daerah II.


Bupati John Kenedy Azis bahkan menantang ASN yang merasa memiliki kompetensi dan pengalaman untuk ikut bersaing. 


“Jangan melihat jabatan sebagai kedudukan, tetapi sebagai ladang pengabdian. Jabatan ada waktunya, tetapi kebaikan dan hasil pengabdian akan selalu dikenang masyarakat,” pungkasnya.(saco).