Hadapi Porprov Sumbar 2026, KONI Sawahlunto Ketat Saring Atlet Demi Efisiensi Anggaran -->

Iklan Atas

Hadapi Porprov Sumbar 2026, KONI Sawahlunto Ketat Saring Atlet Demi Efisiensi Anggaran

Senin, 03 Agustus 2026
EVALUASI PORPROV: Suasana Rapat Pleno KONI Kota Sawahlunto saat mengevaluasi hasil Monev Tahap III dan persiapan tes VO2 Max atlet menuju Porprov XVI Sumbar di Aula Kantor KONI setempat, Senin (3/8/2026). (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto menggelar Rapat Pleno mendalam di Aula Kantor KONI Sawahlunto untuk mengevaluasi hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tahap III terhadap seluruh cabang olahraga (cabor). Langkah strategis ini diambil guna memastikan kesiapan penuh, efisiensi anggaran, serta efektivitas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026 mendatang. Pada perhelatan Porprov kali ini, sebanyak 12 kabupaten dan kota ditunjuk menjadi tuan rumah bersama.


​Dalam pelaksanaan Monev Tahap III yang berlangsung selama satu bulan penuh, KONI Kota Arang menerjunkan empat tim khusus ke lapangan. Masing-masing tim bertugas memantau langsung kesiapan fisik, teknik, hingga totalitas para atlet dalam memburu medali. Hasil temuan lapangan dari keempat tim tersebut dipaparkan secara rinci dalam rapat pleno sebagai rujukan utama pelaksanaan tes VO2 Max Tahap III yang akan digelar pada 8–9 Agustus 2026. Rangkaian evaluasi ini sekaligus menjadi penyaring akhir dalam pembentukan kerangka inti kontingen yang akan membawa nama daerah di ajang olahraga terbesar se-Sumbar tersebut.


​Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, menegaskan pentingnya rasionalisasi jumlah atlet di tengah proses perjuangan alokasi anggaran bersama para pemangku kebijakan. Ia menginstruksikan tim monev agar tidak mudah terpengaruh oleh target medali sepihak dari masing-masing cabor, melainkan harus fokus pada data riil atlet yang benar-benar berpotensi menyumbang medali. Kebijakan pemangkasan ini diambil demi menjamin efisiensi penggunaan anggaran daerah.


​"Kita memakai uang rakyat, sehingga hasil yang diperoleh harus maksimal. Cabor dan KONI harus seiya sekata menyongsong Porprov ini, sehingga atlet yang diutus nanti merupakan mereka yang benar-benar berpotensi meraih medali," tegas H. Jhon Reflita di hadapan para pengurus.


​Selain masalah performa fisik dan teknik, faktor legalitas administrasi juga menjadi sorotan utama. Ketua Umum menekankan agar status administrasi seluruh atlet dipastikan bersih dan tidak bermasalah dengan kabupaten atau kota lain guna menghindari sengketa saat kontingen resmi terbentuk. Tak kalah penting, Pengurus Cabang (Pengcab) diimbau segera berkoordinasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) terkait masa aktif Surat Keputusan (SK) kepengurusan. SK Pengprov yang mati secara otomatis akan menggugurkan keikutsertaan cabor tersebut dalam Porprov.


​"Daripada nanti kena coret setelah menjadi bagian dari kontingen, lebih baik sekarang kita coret. Dengan begitu, kita dapat memberikan kesempatan kepada atlet lain yang lebih siap. Mengenai komitmen bertanding, kita harus totalitas. Tak ada kayu, jenjang pun kita keping. Kalau untuk perang, kita harus total," tambah Jhon Reflita.


​Komitmen KONI Sawahlunto terhadap pembinaan atlet juga diwujudkan melalui skema perlindungan bagi cabor yang berangkat secara mandiri akibat keterbatasan anggaran daerah. Jhon Reflita berjanji bahwa atlet mandiri tetap mendapatkan perlakuan setara, mulai dari fasilitas pakaian kontingen hingga bonus medali yang nilainya sama dengan atlet reguler. Bahkan, jika alokasi APBD tidak mencukupi, ia menyatakan kesiapannya untuk menggunakan dana pribadi guna menutupi kebutuhan pakaian kontingen dan reward bagi atlet peraih medali yang berangkat mandiri.


​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum KONI Sawahlunto mengingatkan bahwa daftar atlet yang direkomendasikan oleh tim monev saat ini belum bersifat final sebagai kontingen resmi Porprov. Seluruh calon atlet wajib melewati tahapan seleksi lanjutan secara ketat dan profesional.


​"Atlet yang dikirim untuk mengikuti tes VO2 Max Tahap III harus terdaftar by name dan tidak boleh diwakilkan oleh siapa pun. Ini adalah bagian dari proses seleksi yang transparan," terang Sekretaris Umum KONI Sawahlunto.


​Melalui hasil Monev Tahap III ini, KONI Sawahlunto telah berhasil menyaring dan memangkas jumlah atlet dari yang sebelumnya berjumlah 285 orang menjadi 259 orang. Angka tersebut akan kembali diciutkan hingga mencapai kuota ideal sebanyak 230 atlet usai pelaksanaan tes VO2 Max Tahap III nanti.


​Hasil tes stamina dan kebugaran VO2 Max tersebut, bersanding dengan rekam jejak prestasi atlet, menjadi indikator kelayakan utama dalam menentukan siapa yang berhak mengenakan seragam kontingen Kota Sawahlunto. Berdasarkan kalkulasi anggaran yang tersedia saat ini, KONI Sawahlunto dipastikan hanya mampu mengutus rombongan resmi yang terdiri dari 230 atlet, 65 pelatih, dan 70 personel panitia untuk berjuang memperebutkan mahkota juara di Porprov XVI Sumbar. (ton)