![]() |
| Bupati John Kenedy Azis didampingi Kadis Kelautan Perikanan Khairul Nizam bertemu Sekjen KKP serta jajarannya di Jakarta, Senin 3 Agustus 2026 (foto.dok.ikp) |
Jakarta - Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membangkitkan sektor kelautan dan perikanan tidak berhenti pada seremoni kunjungan pejabat pusat. Hanya dua hari setelah menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Padang Pariaman, Bupati John Kenedy Azis langsung bertolak ke Jakarta.
Didampingi Kepala Dinas Perikanan Khairul Nizam, ia menemui Sekjen KKP Dr. Andy Artha Donny Oktopura, S.T. di Kantor KKP RI, Senin (3/8/2026), membawa misi besar mempercepat pembangunan kawasan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut konkret atas kunjungan kerja Sekjen KKP ke Kampung Nelayan Merah Putih Nagari Katapiang, Sabtu, 1 Agustus 2026, yang bertepatan dengan pelaksanaan Barefoot Running Padang Pariaman 2026.
Dalam kunjungan itu, KKP menyerahkan berbagai bantuan strategis, mulai dari satu unit excavator untuk rehabilitasi kawasan perikanan, penebaran 15.000 ekor benih ikan mas, hingga bantuan 450 kilogram pakan ikan bagi Pondok Pesantren Madrasatul Ulum di Nagari Balah Aie Utara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Mengawali pertemuan, John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas perhatian yang diberikan kepada Padang Pariaman.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga menjadi suntikan optimisme bagi masyarakat pesisir yang tengah bangkit setelah menghadapi bencana.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membangkitkan sektor kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan," ujar Bupati.
Namun, kunjungan itu bukan sekadar menyampaikan ucapan terima kasih. Di hadapan jajaran pimpinan KKP, termasuk Kepala Biro Perencanaan, Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, serta Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, John Kenedy Azis memaparkan sejumlah agenda pembangunan yang dinilai mendesak.
Fokus utamanya adalah memperkuat infrastruktur pesisir agar sektor perikanan mampu tumbuh lebih produktif dan berdaya saing.
Salah satu usulan strategis yang diajukan ialah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di lima nagari, yakni Seulayat Ulakan, Manggopoh Palak Gadang, Pilubang, Koto Tinggi Kuranji Hilir, dan Gasan Gadang.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan dermaga atau tambatan perahu di Muara Tiram untuk mendukung aktivitas nelayan, memperlancar distribusi hasil tangkapan, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir.
Sebagai bukti keseriusan, Bupati menyerahkan empat proposal kepada KKP. Proposal tersebut meliputi usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, bantuan armada dan alat tangkap jenis purse seine, rehabilitasi serta rekonstruksi sektor perikanan pascabencana banjir dan longsor, serta bantuan mesin dan perlengkapan penangkapan ikan.
Langkah itu menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tidak hanya menunggu program pusat, tetapi aktif menjemput peluang demi mempercepat pembangunan daerah.
Sekretaris Jenderal KKP Dr. Andy Artha Donny Oktopura menyambut positif berbagai usulan tersebut dan menegaskan komitmen kementerian untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi berlanjut menjadi program pembangunan yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat pesisir.
Bagi Padang Pariaman, pertemuan di Jakarta itu bukan sekadar agenda koordinasi, melainkan langkah strategis untuk membuka jalan menuju sektor kelautan dan perikanan yang lebih maju, tangguh, dan menjadi penopang kesejahteraan masyarakat di masa depan.(r-saco).

Komentar