Kabut Asap Kepung Perbatasan Sumbar, Enam Daerah Mulai Terdampak Kiriman Karhutla -->

Iklan Atas

Kabut Asap Kepung Perbatasan Sumbar, Enam Daerah Mulai Terdampak Kiriman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026
Kabut asap mulai kepung Sumbar.


Padang, fajarsumbar.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Asap dari provinsi tetangga dilaporkan terbawa hingga ke daerah-daerah yang berada di kawasan perbatasan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuaddi, mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah kabupaten dan kota mengalami kabut dengan tingkat jarak pandang yang menurun dibandingkan kondisi normal.


“Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga,” ujar Tasliatul di Padang, Senin (24/6/2026).


Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, sebagian Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Padang. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat dapat terganggu apabila kualitas udara terus mengalami penurunan.


Meski demikian, Tasliatul menyebut kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berdasarkan pemantauan hingga 23 Agustus masih berada pada kategori baik hingga sedang. Kendati begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.


“Masyarakat kami imbau tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menjaga kesehatan,” katanya.


Menurut Tasliatul, asap yang memasuki wilayah Sumbar diduga berasal dari kebakaran di sejumlah provinsi tetangga, yakni Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Indikasinya terlihat dari tren titik panas di Sumbar yang justru mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.


Data menunjukkan, sepanjang 1-13 Agustus 2026 terdapat sekitar 232 titik panas di Sumbar. Jumlah tersebut kemudian turun lebih dari separuh menjadi 103 titik pada periode 14-23 Agustus.


“Jadi titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga,” jelasnya.


Sementara itu, data Sipongi Gakkum Kehutanan periode 14-23 Agustus mencatat aktivitas titik panas jauh lebih tinggi di sejumlah provinsi tetangga. Jambi tercatat memiliki 1.281 titik, Riau sebanyak 1.433 titik, sedangkan Sumatera Selatan mencapai 4.975 titik.


Adapun jumlah titik panas di Bengkulu dan Sumatera Utara relatif lebih rendah, masing-masing tercatat 154 titik dan 214 titik. Pemprov Sumbar pun terus memantau perkembangan kondisi udara sembari menunggu penanganan karhutla di wilayah sumber asap.


Masyarakat di daerah yang terdampak diingatkan untuk memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan, khususnya bagi kelompok yang rentan terhadap paparan asap.


Pemprov Sumbar berharap upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan di daerah sumber karhutla dapat segera membuahkan hasil sehingga kiriman asap ke wilayah Sumbar berangsur berkurang.(Ab)