![]() |
| Kabut asap selimuti Kota Padang. |
Padang, fajarsumbar.com - Langit Kota Padang tampak berkabut, Jumat (14/8/2026) pagi . Kondisi tersebut membuat pandangan ke sejumlah kawasan terlihat lebih buram dibanding biasanya dan memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kesehatan.
Kondisi udara itu terjadi bersamaan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bukit Solok Bio-bio Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan tebing bukit yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Ferdinal Asmin membenarkan adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, penanganan langsung dilakukan setelah tim menerima informasi mengenai titik api di kawasan perbukitan tersebut.
“Sekarang Brigade sudah bersama BPBD dan Damkar Kabupaten Limapuluh Kota sudah berada di lokasi untuk proses pemadaman,” ujar Ferdinal saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti luas kawasan yang terdampak maupun penyebab munculnya api. Petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak merambat ke kawasan lain, terutama permukiman yang berada di sekitar lokasi.
Di sisi lain, kondisi udara kabur juga terpantau di Kota Padang. Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan fenomena tersebut dapat dipengaruhi oleh keberadaan partikel-partikel kering di atmosfer.
“Kekaburan udara saat ini disebabkan oleh partikel-partikel udara kering. Penyebabnya bisa dari pembakaran, polusi, dan sebagainya,” kata Yudha.
Yudha menambahkan, pergerakan angin dari arah tenggara juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Angin tersebut melintasi sejumlah wilayah, termasuk Dharmasraya, Solok Selatan dan Sijunjung hingga mengarah ke Bengkulu. Asap dari daerah yang mengalami kebakaran berpotensi terbawa angin, namun BMKG belum memastikan kabut di Kota Padang berasal dari satu sumber karhutla tertentu. (Ab)
Komentar