![]() |
| Ketua Kwarda Sumbar, Audy Joinaldy, meninjau lokasi perkemahan dan gapura khas Kota Sawahlunto pada Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur. (foto/arif muhajirin) |
Jakarta, fajarsumbar.com - Geliat semangat ribuan pramuka penggalang memadati Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur pasca-pembukaan resmi Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Di tengah kemeriahan ajang lima tahunan tersebut, Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Audy Joinaldy, turun langsung meninjau area perkemahan kontingen asal Sumatera Barat pada Sabtu (15/8/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah nyata Kwarda Sumatera Barat untuk memastikan kondisi fisik, mental, serta kenyamanan seluruh peserta dari Ranah Minang agar dapat menjalani rangkaian agenda kegiatan nasional dengan optimal dan aman.
Tidak sekadar berkeliling menyapa para peserta, rombongan Kwarda Sumatera Barat juga menggelar sesi audiensi khusus bersama seluruh Pimpinan Kontingen (Pinkon) dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif ini dipusatkan di tapak perkemahan Kontingen Kota Sawahlunto.
Melalui forum ini, para pimpinan kontingen menyuarakan berbagai dinamika di lapangan, mulai dari masukan teknis, kendala fasilitas, hingga aspirasi penting demi mendukung kelancaran kegiatan para penggalang selama berada di Buperta Cibubur.
Usai mendengarkan berbagai laporan dari para pembina di lapangan, Audy Joinaldy menegaskan komitmennya untuk segera menjembatani setiap kendala yang dihadapi peserta ke tingkat pengambil kebijakan pusat.
Ia menyatakan bahwa seluruh poin hasil diskusi akan dihimpun secara sistematis untuk diteruskan kepada Kwartir Nasional melalui pimpinan kontingen daerah (Pinkonda). Langkah cepat ini diambil agar pelaksanaan kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran peserta tetap berjalan kondusif tanpa kendala berarti.
“Hasil dari audiensi bersama seluruh pimpinan kontingen ini akan kita sampaikan kepada Kwartir Nasional melalui Pinkonda masing-masing. Harapannya, berbagai persoalan yang ada bisa segera mendapatkan solusi sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan maksimal,” ujar Audy Joinaldy saat diwawancarai di sela-sela peninjauannya.
Di samping memantau kesiapan logistik dan koordinasi teknis, Audy memberikan sorotan khusus dan apresiasi tinggi kepada Kontingen Kota Sawahlunto. Kontingen tersebut dinilai menunjukkan keseriusan luar biasa dalam merancang area perkemahan mereka.
Daya tarik utama yang mencuri perhatian publik perkemahan adalah hadirnya gapura megah yang memadukan arsitektur unik serta identitas sejarah Kota Tua Sawahlunto, menyajikan nuansa cagar budaya yang kental di tengah rindangnya pepohonan Buperta Cibubur.
Kreativitas ini dinilai bukan hanya sekadar estetika tapak kemah, melainkan strategi kebudayaan yang efektif untuk mengenalkan warisan dunia dari Sumatera Barat kepada jutaan peserta lain yang datang dari seluruh pelosok Nusantara. Menurut Audy, kebanggaan daerah yang ditautkan dalam semangat kepramukaan merupakan wujud nyata kontribusi daerah dalam ajang berskala nasional.
“Saya memberikan apresiasi kepada Kontingen Kota Sawahlunto yang sangat niat mengikuti Jamnas kali ini. Kehadiran gapura yang mengangkat identitas Kota Tua Sawahlunto menunjukkan keseriusan mereka dalam mempromosikan daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia,” ungkap Audy penuh bangga.
Berkat keunikan rupa gapura tersebut, tapak kemah Kontingen Sawahlunto tidak hanya menjadi kebanggaan internal kontingen Sumatera Barat, tetapi juga menjelma sebagai salah satu titik destinasi favorit bagi pengunjung dan kontingen daerah lain untuk berfoto dan bersilaturahmi.
Semangat, kreativitas, dan kesiapan yang ditunjukkan oleh kontingen ini diharapkan dapat menular kepada seluruh kontingen kabupaten/kota lainnya, membuktikan bahwa semangat Ranah Minang selalu hadir berdaya dan berbudaya di arena perkemahan tingkat nasional. (arif/ton)

Komentar