Lima Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun, Pesisir Padang Pariaman Bersiap Berubah -->

Iklan Atas

Lima Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun, Pesisir Padang Pariaman Bersiap Berubah

Selasa, 25 Agustus 2026
Kepala Dinas Perikanan Alfian dan jajarannya serta berbagai pihak bicarakan terkait lima lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Pariaman (foto.dok.saco) 

Padang Pariaman - Harapan masyarakat pesisir Padang Pariaman untuk memiliki kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tak lagi sekadar janji. Lima kawasan di tiga kecamatan dipastikan segera masuk tahap pembangunan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal September 2026.


Program ini digadang-gadang menjadi pemantik perubahan ekonomi di kawasan pesisir.


Lima lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Ulakan Tapakis, Sungai Limau, dan Batang Gasan. Masing-masing meliputi KNMP Nagari Mangopoh Palak Gadang, Nagari Seulayat Ulakan, Nagari Pilubang, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, serta Nagari Gasan Gadang.


Empat lokasi telah menetapkan pemenang pekerjaan, sementara Seulayat Ulakan masih menuntaskan proses penetapan pemenang.


Kepala Dinas Perikanan Padang Pariaman Alfian menyampaikan perkembangan itu kepada Bupati John Kenedy Azis setelah mendampingi Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, PPK, serta kontraktor meninjau persiapan pembangunan, Minggu (23/8/2026).


Menurut PPK KKP, tahapan administrasi dan persiapan lapangan terus dikebut agar pekerjaan fisik dapat dimulai sesuai target.


John Kenedy Azis menjelaskan, terealisasinya lima KNMP merupakan hasil dari perjuangan panjang Pemkab Padang Pariaman untuk mendapatkan perhatian pemerintah pusat.


“Ini menjadi nyata setelah kita berulang kali mengajukan dan memperjuangkannya dengan gigih. Alhamdulillah, sekarang lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Pariaman segera diwujudkan,” ujarnya.


Tetapi pembangunan fisik bukanlah garis akhir. Justru setelah alat berat masuk dan konstruksi dimulai, pertanyaan terbesar akan muncul: mampukah KNMP benar-benar mengubah kehidupan nelayan, atau hanya menjadi kawasan baru yang ramai saat peresmian lalu kembali sepi?


Pemerintah daerah berharap kawasan tersebut tidak berhenti sebagai pusat aktivitas nelayan, tetapi menjadi mesin ekonomi baru yang menggerakkan perdagangan, usaha masyarakat, hingga sektor wisata.


John Kenedy Azis bahkan melihat peluang lebih besar di balik kawasan pesisir tersebut. Jika dikelola secara terpadu, KNMP dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata pesisir sekaligus pusat produktivitas perikanan.


Artinya, nelayan bukan hanya ditargetkan semakin produktif menangkap ikan, tetapi masyarakat sekitar juga harus mendapat ruang untuk tumbuh melalui UMKM, jasa, perdagangan, dan aktivitas ekonomi lainnya.


Landasan program lima calon lokasi tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Ketua Satuan Tugas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 Nomor 1 Tahun 2026 tentang Calon Lokasi KNMP Tahap I Tahun 2026.


Kini seluruh mata tertuju ke September. Lima kampung nelayan, tiga kecamatan, dan satu pertaruhan besar. Apakah KNMP benar-benar mampu mengubah wajah pesisir Padang Pariaman menjadi kawasan yang produktif, mandiri, dan hidup sepanjang waktu.(saco).