![]() |
| Kondisi jalan yang telah dibersihkan dari tanah longsor akibat hujan lebat mengguyur Padang Pariaman pada Jumat siang hingga malam 14 Agustus 2026 |
Padang Pariaman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman memastikan penanganan bencana longsor, yang terjadi Jum'at siang hingga malam, 14 Agustus 2026, pada 17 titik lokasi, terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh titik yang terdampak dapat kembali dilalui masyarakat.
Selain pembersihan material longsor pada 14 titik sudah dibuka, pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap kondisi badan jalan dan tebing di sejumlah lokasi yang dinilai rawan mengalami longsor susulan.
Bupati John Kenedy Azis mengapresiasi kerja cepat jajaran Dinas PUPR, BPBD, serta seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana tersebut.
Menurutnya, keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Namun, keselamatan petugas di lapangan juga harus menjadi perhatian utama,” ujar Bupati.
Pemkab Padang Pariaman juga mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan perbukitan dan daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama.
Dengan masih adanya potensi hujan berintensitas tinggi, masyarakat diminta tidak memaksakan diri melintas apabila menemukan jalan tertutup material longsor, pohon tumbang, maupun kondisi tebing yang mulai mengalami pergerakan.
Pemkab Padang Pariaman menyatakan akan terus berkoordinasi dengan perangkat nagari, kecamatan, BPBD, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi serta melakukan tindakan cepat apabila terjadi bencana susulan.
Diharapkan seluruh titik longsor twesebut yang masih dalam proses penanganan dapat segera dibersihkan. Sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas warga dapat berjalan sebagaimana mestinya.(saco).

Komentar